
60% Ruang Kelas SD Rusak: Ramadan Jadi Momentum Donasi Pendidikan Lewat Asuransi Syariah
Ramadan selalu identik dengan kepedulian. Bulan di mana banyak orang
Mau tahu tips ala Marie Kondo yang dapat Anda gunakan dalam keseharian untuk menjaga keteraturan rumah?
Jika ingin menciptakan keteraturan dan kerapian seluruh barang dalam rumah, tips ala Marie Kondo bisa Anda terapkan. Konsultan wanita asal Jepang yang juga penulis buku penataan rumah berjudul The Life-Changing Magic of Tidying Up (2014) tersebut sedang menjadi perbincangan setelah Netflix menyiarkan buah pemikirannya di buku tersebut dalam film seri Tidying Up with Marie Kondo pada awal 2019.
Bagi Marie Kondo, setiap benda layaknya manusia yang memiliki perasaan. Kalau benda itu tidak kita perlakukan sesuai fungsinya, tentu ia akan merasa sedih. Namun, apabila sebuah benda memang tidak memiliki keterikatan lagi dengan kita, sudah sepatutnya benda itu kita lepaskan.
Ucapkan terima kasih kepadanya lalu taruh kenangan terhadap benda itu di belakang. Simpan benda yang masih Anda perlukan di tempat yang terlihat dan mudah dijangkau. Dengan begitu, tak ada lagi barang yang menumpuk tanpa kejelasan. Keteraturan akan menciptakan ketenangan di dalam hati maupun pikiran.
Sesuai dengan metode yang Marie Kondo paparkan dalam bukunya, berikut beberapa poin yang sudah kami kumpulkan sebagai panduan Anda untuk memulai keteraturan: Siap?
Kita mungkin memiliki kebiasaan merapikan ketidakteraturan berdasarkan ruangan. Sebagai contoh, berawal dari ruang kerja, lalu ke kamar main anak, baru ke kamar tidur. Kalau metode Kondo, tidak begitu. Dia menyarankan per kategori. Paling dekat dengan keseharian kita adalah pakaian. Pakaian bisa menjadi pilihan awal karena pakaian bagi sebagian orang bukanlah hal yang sarat akan kenangan. Lain halnya dengan buku atau foto.
Saat membongkar lemari baju, bukan hal yang mustahil kalau kita akan bertemu kembali dengan nostalgia. Entah itu baju pertama yang kita kenakan saat bertemu dengan suami, hingga scarf cantik yang kita beli dengan gaji pertama. Apa pun itu, cobalah untuk tidak terhanyut dan fokus pada apa tujuan awal kita mengerjakannya.
Bukan hal yang aneh kalau sebagian dari kita memiliki pakaian yang banyak. Di lemari, pakaian berjejalan tanpa bisa kita lihat lagi mana yang masih layak pakai, mana yang tidak. Kembali ke pemikiran Kondo, coba pertimbangkan perasaan pakaian-pakaian tersebut, terutama mereka yang teronggok di pojokan atau tersumpal di sudut terdalam. Sedih sekali pasti rasanya tidak diperhatikan.
Saat membongkar lemari baju, bukan hal yang mustahil kalau kita akan bertemu kembali dengan nostalgia. Entah itu baju pertama yang kita kenakan saat bertemu dengan suami, hingga scarf cantik yang kita beli dengan gaji pertama. Apa pun itu, cobalah untuk tidak terhanyut dan fokus pada apa tujuan awal kita mengerjakannya.
Sesaat setelah kita fokus pada apa yang dilakukan, kita pasti akan dengan segera menikmatinya. Jadikan pertanyaan mengenai keterikatan dengan sebuah benda, seperti yang Kondo bilang, sebagai panduan dalam kita memilah. Apakah kita masih ingin menyimpan kaos-kaos warna-warni yang kita beli di obralan? Baju-baju yang sudah lewat masanya? Atau, rok yang bahkan tidak berhasil melewati paha untuk sampai ke pinggang? Tentu saja tidak, ‘kan?
Saat menyortir, kita mungkin akan mendapatkan pencerahan tentang sesuatu yang secara teori menarik di kepala tetapi pada kenyataannya bukanlah gaya berpakaian kita yang sebenarnya. Contoh, jaket ala militer atau blazer warna neon. Ikhlaskan mereka untuk menjadi milik orang lain yang bisa memanfaatkannya dengan lebih baik. Silakan titipkan ke garage sale atau sumbangkan ke panti sosial.
Sesudah berhasil memilah, sekarang waktunya untuk merapikan sisa barang yang harus disimpan. Daripada dilipat dua atau digantung di lemari, Kondo menyarankan kita untuk melipat pakaian dalam ukuran kecil dan simpan di dalam lemari sorong. Silakan intip cara melipat (dan teknik merapikan lainnya) ala Kondo lewat gambar-gambar berikut:
Di akhir, tentu saja apa yang membuat metode ini berhasil adalah teknik melipat ala Kondo yang membuat segala sesuatu menjadi lebih mudah untuk ditemukan dan jauh dari kemungkinan berantakan lagi. Jaga kerapian dengan menempatkan pakaian yang sudah Anda lipat dalam kotak-kotak yang berukuran lebih kecil sesuai kebutuhan. Kotak besar untuk baju dan celana. Kotak kecil untuk scarf, pakaian dalam, dan kaos kaki. Baru setelah itu letakkan di dalam lemari sorong.

Ramadan selalu identik dengan kepedulian. Bulan di mana banyak orang

Masih banyak konser yang akan berlangsung selama 2023 ini. Berikut

Ini adalah rangkuman artikel versi Desktop. Buatlah sekitar 1-2 kalimat

Karena Lebaran sudah semakin dekat, berikut 7 ide hampers Lebaran

Bau mulut menjadi masalah yang timbul ketika sedang menjalankan ibadah

Sahur sangat penting saat berpuasa, maka kamu perlu mencari makanan
Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.
Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!
Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.
Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!