Optimis Dapat Hidup Berdampingan dengan COVID-19, Simak Tips Berikut!

COVID-19 diprediksikan tak akan pernah hilang dari bumi. So, kita harus bisa hidup berdampingan dengan virus ini. Yuk, ikuti kiat-kiat berikut agar tetap sehat dan bahagia ke depannya.

Durasi baca: 5 menit

Optimis Dapat Hidup Berdampingan dengan COVID-19, Simak Tips Berikut!

Optimis Dapat Hidup Berdampingan dengan COVID-19, Simak Tips Berikut!

COVID-19 diprediksikan tak akan pernah hilang dari bumi. So, kita harus bisa hidup berdampingan dengan virus ini. Yuk, ikuti kiat-kiat berikut agar tetap sehat dan bahagia ke depannya.

Durasi baca: 5 menit

Wacana untuk mengalihkan pandemi menjadi endemi sudah berdengung. Tapi faktanya, bertransisi ke endemi itu bukan semudah menjentikkan jari. Tentu ada proses yang harus dilewati, karena transisi menuju normalisasi ini bukan berarti COVID-19 lantas akan hilang sama sekali, melainkan kasusnya akan tetap masih ada.

Indonesia saat ini masih berada di kondisi pandemi COVID-19, namun seiring dengan banyaknya tren indikator pengendalian pandemi, semakin banyak pula hasil yang mengarah positif. Artinya, Indonesia sudah bisa siap-siap menuju ke arah endemi, pastinya dengan proses yang panjang terlebih dahulu. Lagi pula, perubahan status pandemi menjadi endemi hanya bisa dilakukan oleh Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), bukan oleh negara.

Pemerintah tak bisa sendirian menghadapi hal ini. Kita, sebagai warga negara yang baik, sudah pasti harus mendukung upaya pemerintah. Tak perlu jauh-jauh, kita bisa mulai dari menjaga diri kita sendiri agar kemudian bisa hidup berdampingan dengan COVID-19 di masa endemi.

Apa Itu Endemi?

Apa arti endemi sebenarnya? Pengertian endemi tak bisa dilepaskan begitu saja dari makna epidemi dan juga pandemi.

Epidemi adalah wabah yang menyebar secara cepat di wilayah tertentu, misalnya seperti di Wuhan ketika COVID-19 angkatan pertama ditemukan. Selanjutnya, jika wabah tersebut semakin menyebar ke berbagai wilayah—hingga kemudian ke seluruh dunia—maka wabah ini dinyatakan sebagai pandemi.

Endemi adalah kondisi ketika wabah terkendali di suatu wilayah, di suatu rentang waktu tertentu dengan laju penularan yang stagnan dan jumlah kasus rendah. Contoh endemi ini misalnya demam berdarah dengue yang terjadi musiman.

Nah, untuk berproses dari pandemi menuju endemi, ada sejumlah indikator yang harus dicapai, seperti:

— Angka atau laju penularannya harus kurang dari 1

— Positivity rate-nya harus berada di angka kurang dari 5%

— Perawatan rumah sakit kurang dari 5%

— Fatality rate-nya kurang dari 3%

— Level PPKM ada pada transisi lokal level tingkat 1 dan harus terjadi dalam rentang waktu tertentu, seperti 6 bulan.

Indikator inilah yang menjadi pedoman pemerintah untuk mengupayakan proses pandemi menjadi endemi berjalan dengan baik.

Upaya untuk Mencapai Target Endemi di Tahun 2022

Saat konferensi pers Nota Keuangan yang diadakan bulan Agustus 2021, Ibu Sri Mulyani sempat mengatakan bahwa akan ada kemungkinan di tahun 2022, pandemi COVID-19 ini akan menjadi endemi. Namun, hal ini hanya bisa terjadi jika sudah cukup banyak orang memiliki kekebalan terhadap virus ini, baik melalui vaksinasi ataupun infeksi langsung.

Ini artinya, Indonesia memang memungkinkan untuk mengubah pandemi menjadi endemi setelah tercapai target vaksinasi hingga dosis ketiga, sehingga kekebalan tubuh masyarakat meningkat terhadap risiko berat COVID-19. Nantinya, dengan menjadi endemi, COVID-19 akan menjadi penyakit musiman atau berulang, seperti halnya flu atau demam berdarah dengue.

Sekarang upaya ini sudah mulai dapat kita lihat. Memasuki proses transisi pada perubahan pandemi menjadi endemi, pemerintah mulai melakukan kebijakan pelonggaran-pelonggaran dengan menurunkan level PPKM di beberapa kota yang sudah memenuhi syarat, serta menghapus syarat antigen dan PCR pada perjalanan domestik menggunakan transportasi darat, laut, maupun udara bagi masyarakat yang sudah vaksin dosis kedua. Juga menurunkan jangka waktu karantina perjalanan ke luar negeri dari 14 hari menjadi 7 hari, lalu 3 hari menjadi 1 hari.

Meski nantinya diharapkan tidak akan mengganggu aktivitas kita sehari-hari, tetapi kita harus selalu ingat. Bahwa walaupun nanti akan diputuskan menjadi endemi, kasus COVID-19 tetap akan masih ada, dan tetap bisa berisiko fatal terhadap diri kita.

Kiat Hidup Sehat Berdampingan dengan COVID-19

Dengan demikian, meski sudah menjadi endemi, ke depannya kita sendiri juga harus selalu menjaga kesehatan dengan baik. Apa yang bisa kita lakukan?

Vaksin dan booster

Syarat Indonesia dapat melakukan transisi dari pandemi ke endemi bisa dibilang ditentukan oleh seberapa besar tercapainya target vaksin dan booster ke masyarakatnya saat ini. Vaksin sendiri merupakan sebuah produk biologi dan bagian dari virus yang telah dilemahkan yang kemudian disuntikkan pada manusia, sehingga akan merangsang timbulnya daya tahan tubuh seseorang.

Vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh inilah yang nantinya akan merangsang antibodi untuk belajar mengenali virus yang telah dilemahkan, yang kemudian akan mengurangi risiko terpapar. Itulah sebabnya vaksin dan booster menjadi salah satu syarat untuk hidup berdampingan dengan COVID-19 di era endemi.

Pastikan kamu sudah mendapatkan vaksin secara lengkap hingga dosis ketiga ya, agar kekebalan tubuhmu semakin kuat. Jika kamu sempat terpapar sebelum mendapatkan vaksin, tunggulah hingga 1 bulan setelah sembuh dan swab terakhir dinyatakan negatif.

Jalankan protokol kesehatan 5M dengan disiplin

Meskipun vaksin sudah diberikan dan diperkuat dengan vaksin booster, masyarakat harus tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan 5M. Protokol kesehatan 5 M ini menjadi salah satu cara terbaik untuk mencegah terjadinya penularan virus corona. 

Protokol Kesehatan 5M ini meliputi:

  1. Mencuci tangan secara rutin sebelum menyentuh makanan atau setelah beraktivitas di luar ruangan;
  2. Menggunakan masker untuk mencegah penularan COVID-19 agar tidak mudah terpapar;
  3. Menjaga jarak setidaknya satu meter dengan orang lain untuk menghindari droplets dari orang yang batuk, bersin, atau berbicara;
  4. Menjauhi kerumunan agar mengurangi risiko terinfeksi virus COVID-19;
  5. Mengurangi mobilitas karena risiko berada di luar rumah sangat tinggi terkena virus COVID-19.

Jaga kondisi kesehatan tubuh

Menjaga kondisi kesehatan tubuh penting untuk hidup berdampingan dengan COVID-19. Caranya tentu saja dengan menerapkan pola hidup sehat dan seimbang. 

Makanlah makanan bergizi dan sehat. Hindari terlalu banyak junk food karena dapat memberikan dampak yang tidak baik seiring bertambahnya waktu. Perbanyaklah makan buah dan sayur, lemak sehat, juga protein dalam makan harian. Terutama yang banyak mengandung vitamin A, B, C, D, dan E, yang akan membangun imun tubuh yang lebih baik.

Setelah itu, sempatkanlah olahraga meskipun hanya lima belas menit dalam satu hari. Setelah itu, istirahatlah yang cukup, dan hindari begadang untuk hal yang tidak penting agar sistem kekebalan tubuh meningkat dan efektif melawan virus COVID-19.

Tetap bahagia untuk menjaga imun tubuh

Menjaga kesehatan bukan hanya berbicara tentang fisik, tapi juga mental. Saat pandemi datang pertama kali, banyak orang yang merasa depresi, jenuh, dan merasa bosan. Hal ini tentu saja tak baik bagi kesehatan lantaran tak jarang penyakit datang karena asalnya dari mental yang juga tidak sehat. Alhasil kondisi tubuh ikut mengikuti keadaan yang sedang tidak baik-baik saja, entah itu menjadi sakit kepala, pusing, dan sebagainya. 

Sebab itulah, tetap bahagia dan menjaga mood agar tetap baik adalah kunci menjaga kesehatan juga. Jika hati senang, imun tubuh pun akan terjaga bahkan naik, sehingga tidak akan mudah sakit.

Siapkan Asuransi Kesehatan

Hal ketiga yang perlu kamu siapkan untuk bisa hidup berdampingan dengan COVID-19 di masa endemi adalah menyiapkan asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan. Asuransi kesehatan adalah sebuah produk finansial berbentuk perlindungan terhadap kesehatan, sekaligus ekonomi. 

Menyiapkan asuransi kesehatan untuk hidup berdampingan dengan COVID-19 ibarat menyiapkan payung sebelum hujan, atau menyiapkan tameng sebelum berperang. Penting untuk menjaga-jaga jika sewaktu-waktu kondisi tubuh sedang tidak fit atau memang terpapar virus COVID-19. Asuransi kesehatan inilah yang akan membantu kamu dari segi kesehatan dan finansial.

COVID-19 mungkin tidak akan segera hilang, dan akan menjadi endemi dalam waktu dekat. Karena itu, kita perlu beradaptasi dengan cerdas agar aktivitas tak terganggu sekaligus kesehatan tetap prima.

Jika kamu membutuhkan asuransi kesehatan yang fleksibel, Flexi Health solusinya. Flexi Health dapat membantu kamu mendapatkan perlindungan kesehatan secara fleksibel tanpa cek medis, perlindungan rawat inap hingga Rp1 juta, komitmen perlindungan tahunan perpanjangan otomatis, dan bisa atur fleksibel berbagai manfaat tambahan. 

Bukan hanya itu saja, Flexi Critical Illness juga tersedia untuk kamu yang ingin mendapatkan perlindungan penyakit kritis umum, seperti stroke, jantung, hingga kanker. Cocok untuk kamu yang ingin tetap terlindungi dan merasa aman ke depannya.

Apabila kamu tertarik untuk mencari informasi lebih lengkap terkait Flexi Health, Flexi Critical Illness, dan produk asuransi dari Astra Life lainnya, maka kamu dapat langsung mengunjungi laman ilovelife.co.id.

Jangan lupa mantengin akun Instagram @astralifeid dan @ilovelife.co.id untuk update soal kesehatan dan dunia keuangan.

Urusan Sehat, No Worries. #iGotYourBack

Artikel Lainnya

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!