Mengenal Protection Gap, Si Bahaya Laten Keuangan Keluarga

Protection Gap

Protection gap atau dikenal juga dengan kesenjangan proteksi yang tidak diantisipasi, saat ini masih banyak terjadi dan terus berkembang hingga menjadi masalah besar bagi keluarga. Ini terjadi karena minimnya pemahaman dan rasa peduli kita terhadap risiko-risiko yang tidak muncul sekarang, tetapi bisa datang kapan saja.

Mungkin Anda sudah sering mendengar cerita, sebuah keluarga mendadak “jatuh miskin” setelah sumber penghasilan mereka terhenti. Tidak sedikit juga cerita tentang anak dari keluarga tersebut gagal melanjutkan pendidikan di tempat favoritnya karena penanggung jawab finansial mereka mendadak berpulang.

Baca juga: Sebagai Orang Tua Muda, Sadar Tidak Anda Melakukan 5 Kesalahan Ini?

Jadi, bukan hanya kualitas hidup keluarga yang terancam menurun, masa depan anak seperti kelanjutan pendidikan juga menjadi taruhan apabila kesenjangan proteksi dibiarkan begitu saja. Semakin besar kesenjangan proteksi, semakin besar pula risiko keuangan yang Anda hadapi.

Bahaya protection gap

Adit baru berusia 30 tahun, sudah menikah selama tiga tahun dan memiliki seorang putri berusia setahun. Adit dan istrinya memilih menabung rutin sebagian dari penghasilan mereka berdua untuk mengantisipasi risiko keuangan rumah tangga di masa depan. Selama tiga tahun menabung, tabungan suami istri itu telah mencapai Rp200 juta.

Kehidupan keluarga muda itu berjalan dengan baik dan semakin mapan. Pada tahun kedelapan pernikahannya, mereka sudah memiliki 2 anak, dan menempati rumah baru yang lebih luas. Hingga suatu ketika, Adit tiba-tiba terkena terjatuh di parkiran mobil kantornya. Ketika diantar ke Rumah Sakit, nyawanya tidak tertolong lagi. Penyakit jantung telah merenggut nyawanya dengan tiba-tiba.

Di tengah kekalutan itu, kini istri Adit harus bertahan untuk menjadi tulang punggung keluarga. Beruntung istri Adit masih bekerja. Namun, dengan beralihnya sumber pendapatan menjadi satu income dan jumlah penghasilan istrinya yang tidak sebesar penghasilan Adit,  maka perlahan tabungan yang selama ini dikumpulkan tergerus habis. Tidak hanya itu, mereka pun kini harus menjual rumahnya dan pindah ke rumah yang lebih kecil. Anak-anak Adit juga tidak lagi bisa mengenyam pendidikan di sekolah internasional.

Cerita bisa berbeda bila Adit dan istrinya tidak hanya menabung rutin, tetapi juga menghilangkan risiko protection gap dengan memiliki asuransi jiwa. Asuransi jiwa menjadi safety net ketika si pencari nafkah mendadak tidak mampu lagi menghidupi keluarga. Jadi, sumber dana bukan hanya dari tabungan, investasi dan aset-aset saja. Uang Pertanggungan dari asuransi jiwa bisa menjadi tambahan signfikan bagi keluarga yang ditinggalkan untuk melanjutkan hidup.

Benahi sekarang juga

Nah, ada cara mudah yang bisa Anda lakukan sekarang juga untuk menghindari risiko akibat kesenjangan proteksi. Ikuti dua tips keuangan keluarga di bawah ini:

  • Beli asuransi jiwa sebagai safety net protection gap

Berasuransi adalah salah satu cara paling murah menghilangkan risiko keuangan akibat kesenjangan proteksi. Dengan memiliki asuransi, penghasilan yang Anda miliki hari ini bisa lebih optimal dimanfaatkan untuk mengamankan kesejahteraan keluarga di masa depan. Baik lajang maupun berkeluarga, asuransi adalah salah satu pilar penting manajemen keuangan yang sehat. Asuransi apa yang paling penting diutamakan?

Asuransi jiwa adalah proteksi utama yang perlu Anda penuhi agar kesejahteraan finansial keluarga lebih terjamin. Dari 100% nilai penghasilan rutin, sisihkan minimal sebesar 10% untuk membeli polis asuransi jiwa. Jadi, bila pendapatan rutin Anda saat ini Rp20 juta per bulan, ada alokasi Rp2 juta untuk membayar premi asuransi yang Anda butuhkan.

Baca juga: Ini Alasan Kenapa Pencari Nafkah Harus Memiliki Asuransi Jiwa

Anda bisa memilih asuransi jiwa murni ataupun asuransi jiwa dengan manfaat investasi. Untuk asuransi jiwa murni, Flexi Life dari Astra Life bisa menjadi salah satu pertimbangan yang baik. Dengan kemudahan untuk #AturSendiri premi, besar perlindungan dan masa pembayaran premi, Anda bisa menutup kesenjangan proteksi di tiap tahap kehidupan keluarga Anda. Selain itu Flexi Life memberikan perlindungan hingga Rp5 miliar tanpa perlu cek medis dengan jaminan harga optimal.

Bila Anda pria, berusia 30 tahun, untuk perlindungan senilai Rp 1 miliar, premi bulanannya hanya Rp261.000 dan bila membayar langsung setahun, preminya menjadi Rp2.610.000. Hitung-hitung Anda mendapatkan potongan premi sebanyak 2 bulan. Anda bisa cek premi Flexi Life Anda di sini. Seiring dengan peningkatan karier atau penambahan penghasilan Anda kelak, Anda dapat menaikkan Uang Pertanggungan di tengah polis yang berjalan untuk mengimbangi kebutuhan keluarga. Dengan begitu, risiko finansial akibat protection gap tidak lagi mengancam masa depan.

Sedangkan untuk asuransi jiwa dengan manfaat investasi, Astra Life menawarkan AVA iBright Protector dan ASLI Rencana Optima.  AVA iBright Protector menawarkan perlindungan jiwa dengan pilihan manfaat tambahan yang harganya sangat terjangkau. Misalnya, bila berusia 25 tahun dengan premi Rp350.000, Anda bisa mendapatkan:

  • Uang Pertanggungan bila meninggal dunia sebesar Rp250 juta hingga usia 99 tahun sekaligus manfaat terminal illness hingga usia 85 tahun dan manfaat cacat tetap dan total hingga usia 65 tahun, juga manfaat kecelakaan diri.

Dengan premi Rp500.000 per bulan Anda bisa mendapatkan:

  1. Uang Pertanggungan bila meninggal dunia sebesar Rp100 juta hingga usia 99 tahun sekaligus manfaat terminal illness hingga usia 85 tahun dan manfaat cacat tetap dan total hingga usia 65 tahun
  2. Manfaat rawat inap dan pembedahan di Rumah Sakit dengan harga kamar Rp500.000 per malam selama maksimal 120 hari setahun. Kemudian, manfaat rawat inap di ICU Rp1 juta per malam.

Bagaimana dengan ASLI Rencana Optima? Produk asuransi jiwa dari Astra Life ini menawarkan perlindungan jiwa dengan investasi lebih optimal, biaya akuisisi yang rendah, hanya 40% di tahun pertama dan 15% di tahun kedua. Ada juga loyalty bonus sebesar 25% dari premi dasar di tahun ke-10 dan tahun ke-15. Produk ini juga memberikan fasilitas Medical Check Up gratis setiap 2 tahun polis.

Dengan premi mulai Rp25 juta per tahun atau Rp2,5 juta per bulan, dengan contoh usia 30 tahun, Anda bisa mendapatkan:

  1. Uang Pertanggungan bila meninggal dunia sekaligus manfaat terminal illness sebesar Rp1 miliar hingga usia 99 tahun.
  2. Manfaat Rawat Inap dan Pembedahan di Rumah Sakit dengan harga kamar Rp1 juta per malam serta manfaat Rawat Inap di Intensive Care unit (ICU) Rp2 juta per malam selama maksimal 120 hari setahun.
  3. Manfaat 117 Crisis cover, perlindungan terhadap penyakit kritis sejak dari tahap awal termasuk penyakit kritis katastropik dan diabetes sebesar Rp500 juta.
  • Pastikan proteksi memadai

Sekadar memiliki asuransi saja tidak cukup. Pastikan juga asuransi jiwa yang Anda miliki memang sesuai dengan kebutuhan Anda. Misalnya, di awal berkeluarga dan memiliki satu anak, Anda bisa memulai membeli asuransi jiwa dengan Uang Pertanggungan Rp1 miliar saja. Namun, ketika jumlah anak Anda bertambah, maka idealnya Uang Pertanggungan asuransi jiwa Anda juga bertambah.

Baca juga: Siapkan 5 Tips Ini Agar Anda Terhindar dari Kegagalan Menyekolahkan Anak

Dengan berasuransi, risiko kesenjangan proteksi dapat kita minimalisasi. Saatnya menyatakan cinta kepada keluarga dengan menutup celah protection gap keuangan keluarga Anda, dengan memiliki asuransi jiwa dari Astra Life.

Info Lanjut Flexi Life




« | »
Read previous post:
Kegagalan Menyekolahkan Anak
Siapkan 5 Tips Ini Agar Anda Terhindar dari Kegagalan Menyekolahkan Anak

Seratus persen orangtua ingin menyekolahkan anak hingga kuliah di universitas terbaik sebagai bekal masa depannya kelak. Namun, menurut survei Asosiasi...

Close