Apa yang Harus Segera Dilakukan Jika Terkena Serangan Jantung?

terkena serangan jantung

Serangan jantung merupakan salah satu kondisi darurat yang bisa berdampak mematikan. Apa yang harus dilakukan jika terkena serangan jantung? #AmitAmit jika kita terkena serangan jantung, karena satu detik saja kita terlambat mendapatkan pertolongan, akibatnya bisa fatal. Itu sebabnya mengapa pengetahuan tentang pertolongan pertama serangan jantung begitu penting.

Patut diketahui, serangan jantung terjadi akibat adanya penyumbatan di pembuluh darah menuju jantung. Dampaknya, jantung tidak mendapatkan oksigen dan makanan. Bila kondisi ini dibiarkan, fungsi jantung akan terganggu. Bahkan, bisa menyebabkan sel-sel jantung mati hingga akhirnya berhenti memompa darah. Kondisi yang sering datang tiba-tiba ini dinamakan serangan jantung.

Baca juga: Cukup 5 Langkah, Tak Perlu Khawatir Penyakit Kritis

Apa yang Harus Segera Dilakukan Jika Terkena Serangan Jantung?

Gejala terkena serangan jantung

Sebelum melakukan pertolongan pertama, kenali terlebih dahulu gejala-gejala serangan jantung berikut ini:

  • Dada terasa nyeri, tertekan atau sesak selama beberapa menit, dan rasa ini menetap atau hilang timbul. Rasa sakit ini dilatarbelakangi penyumbatan aliran darah ke otot jantung.
  • Nyeri dada dapat menjalar ke lengan, pundak kiri, punggung, leher, rahang, tulang dada, dan tubuh bagian atas.
  • Mual, muntah, nyeri ulu hati, dan gangguan pencernaan.
  • Tubuh terasa sangat lemas dan pusing.
  • Keluar keringat dingin.
  • Sesak napas.
  • Detak jantung cepat atau tidak beraturan.
  • Adanya perubahan status mental.

Baca Juga: 7 Tips Hindari Penyakit Jantung Bagi Anak Muda

Langkah pertolongan pertama jika terkena serangan jantung

Pertolongan pertama yang tepat menjadi kunci apakah penderita penyakit jantung dapat diselamatkan atau tidak. Berikut beberapa langkah pertolongan pertama yang tepat dan efektif untuk dilakukan:

  • Pasien harus duduk beristirahat dan berusaha tetap tenang. Ia dapat duduk di kursi, di lantai, atau bersandar pada dinding. Duduk di lantai membuat mereka lebih tidak berisiko mengalami cedera jika pingsan.
  • Longgarkan semua pakaian.
  • Jika sudah pernah diresepkan obat nitrogliserin sebelumnya oleh dokter, segera berikan. Caranya pemberiannya dengan meletakkan tablet di bawah lidah.
  • Jika pasien tidak memiliki riwayat perdarahan atau alergi, pasien dapat diberikan aspririn 325 mg untuk dikunyah. Hindari memberikan apa pun melalui mulut, kecuali nitrogliserin atau obat lain yang sudah pernah diresepkan sebelumnya.
  • Segera hubungi UGD atau rumah sakit terdekat.
  • Segera lakukan resusitasi jantung paru (RJP) atau cardiopulmonary resuscitation (CPR) setelah menghubungi UGD. RJP atau CPR adalah tindakan pertolongan pertama untuk orang yang mengalami napas terhenti, tidak sadar, atau tidak merespon.
  • Lakukan RJP lebih dulu selama satu menit sebelum mengontak UGD jika pasien adalah balita atau anak-anak.
  • Panggil bantuan terdekat jika Anda merasa panik. Tetapi jangan sekali-sekali meninggalkan pasien sendirian.
  • Berikan persuasi positif sambil menunggu ambulans datang.
  • Jangan menunggu hingga gejala berlalu untuk memanggil bantuan. Juga jangan membujuk pasien untuk menganggap bahwa gejalanya adalah hal biasa.

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), sebanyak 50% penderita serangan jantung meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. Maka, jika Anda atau kerabat terkena serangan jantung segera hentikan aktivitas dan segera cari bantuan.

Baca juga: Usia Muda, Mungkinkah Terkena Penyakit Kritis?

Sesampainya di rumah sakit, dokter akan memeriksa dan menjalankan serangkaian tes seperti tes darah untuk memantau enzim jantung, rontgen dada, dan elektrogardiogram (EKG) untuk mengetahui apakah nyeri dada benar disebabkan penyakit jantung atau penyakit lain.

Penderita serangan jantung harus segera mendapat pertolongan secepatnya di rumah sakit dalam waktu 90-120 menit setelah muncul gejala. Pertolongan di rumah sakit sedini mungkin yang bertujuan memperbaiki aliran darah jantung dilakukan melalui prosedur percutaneous coronary intervention (PCI) atau angioplasti.

Hindari hal-hal seperti memberi bantal di kepala, karena akan membuat napas tersumbat. Jangan juga memberikan minum yang dapat membuat penderita tersedak. Jika salah melakukan pertolongan pertama ketika serangan jantung terjadi, maka akan fatal akibatnya.

Antisipasi biaya pengobatan jantung dengan asuransi

Nah, untuk mengantisipasi risiko terkena serangan jantung seperti di atas, jagalah kesehatan Anda dari sekarang dengan menjalani gaya hidup sehat secara teratur. Agar upaya tersebut berjalan maksimal, Anda bisa juga melengkapinya dengan perlindungan asuransi penyakit kritis persembahan Astra Life, yaitu Flexi Critical Illness dan AVA Proteksi Optima 117.

Flexi Critical Illness merupakan asuransi penyakit kritis compact yang dapat melindungi Anda dari beberapa penyakit kritis, yaitu stroke, jantung, dan kanker (sejak tahap awal). Ketiga penyakit tersebut kita ketahui merupakan penyakit kritis yang paling sering terjadi di Indonesia.

Dengan Flexi Critical Illness, Anda bisa mengatur sendiri premi dan besar Uang Perlindungan (UP)-nya hingga Rp2 miliar tanpa cek medis di setiap tahap kehidupan. Hal ini pun akan membuat premi yang Anda bayarkan akan lebih efisien.

Baca juga: Mencari Asuransi Penyakit Kritis yang Tepat? Cek 4 Jurus Ini!

Sementara itu, AVA Proteksi Optima 117 merupakan perlindungan penyakit kritis yang lebih komprehensif karena akan memberikan perlindungan menyeluruh atas 117 kondisi penyakit kritis, termasuk komplikasi diabetes, penyakit kritis katastropik sejak tahap awal, menegah, dan lanjut, dengan nilai santunan sampai 120% UP.

Semoga kini Anda semakin paham langkah-langkah pertolongan pertama dalam mengatasi serangan jantung serta perlindungan penyakit kritis. Sebelum terlambat, lindungi diri Anda, sekarang.

Related Posts

9 Tips Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik

Di tengah pandemi sekarang ini, kita tersadar bahwa harta yang paling berharga adalah kesehatan. Banyak orang berusaha m...

10 Tips Aman Berobat ke Rumah Sakit di Masa New Normal

Fase new normal memang sudah datang, tapi kita tak boleh berhenti wasapada. Risiko terkena COVID-19 masih ada. Beberap...

12 Tips Aman Menggunakan Transportasi Umum di Era New Normal

Fase new normal sudah hadir. Say goodbye to work from home (WFH), kini saatnya banyak dari kita kembali ke kantor. ...




« | »
Read previous post:
menjaga kesehatan jantung
8 Kebiasaan yang Sering Dilupakan dalam Menjaga Kesehatan Jantung

Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan dunia. Jadi penting untuk menjaga kesehatan jantung agar terhindar dari...

Close