8 Kebiasaan yang Sering Dilupakan dalam Menjaga Kesehatan Jantung

menjaga kesehatan jantung

Penyakit jantung merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia dan dunia. Jadi penting untuk menjaga kesehatan jantung agar terhindar dari berbagai penyakit yang bisa berakibat fatal. Dalam banyak kasus, penyakit yang sering disebut silent killer sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Menurut data yang dilansir World Health Organization (WHO), penyakit jantung merenggut 17,7 juta nyawa setiap tahun.

Lebih dari setengah total kematian tersebut disebabkan oleh penyakit jantung koroner dan stroke. Bahkan diperkirakan kematian akibat penyakit jantung akan terus meningkat hingga 23,3 juta jiwa pada tahun 2030. #AmitAmit kalau kita sampai lalai menjaga kesehatan jantung hingga terkena penyakit kritis. Tapi kalaupun iya, menjaga kesehatan jantung dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana, seperti yang akan dibahas sebagai berikut.

Baca juga: Polusi Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Apa Ancamannya?

8 Kebiasaan Sederhana untuk Menjaga Kesehatan Jantung

1. Banyak konsumsi ikan

Asam lemak omega-3 merupakan salah satu zat yang bagus dan dibutuhkan tubuh. Salah satu khasiatnya adalah untuk menjaga kesehatan jantung. Nah, ikan menjadi salah satu olahan protein yang kaya akan asam lemak omega-3. Ikan tuna, salmon dan sarden bisa menjadi pilihan terbaik. Selain lezat, mengonsumsi ikan jenis ini dua kali seminggu akan mencukupi kebutuhan tubuh akan asam lemak omega-3.

2. Segera berhenti merokok

Orang yang ketergantungan akan rokok memiliki peluang yang lebih besar untuk terserang penyakit jantung. Celakanya, tidak hanya perokok aktif, orang disekitar yang juga turut terpapar asap rokok juga bisa terdampak. Sebab ada zat dalam rokok yang sangat berbahaya bagi jantung dan bisa memberikan dampak fatal kepada kinerjanya. Zat beracun dari rokok dapat menggangu asupan oksigen serta nutrisi yang bisa menyebabkan gagal jantung.

Baca juga: Usia Muda, Mungkinkah Terkena Penyakit Kritis?

3. Konsumsi serat wajib hukumnya

Mengonsumsi serat secara rutin merupakan salah satu solusi membakar kolestrol jahat yang bisa menimbulkan risiko penyakit jantung. Bahan serat bisa Anda peroleh lewat gandum, kacang, buah-buahan, sayuran, hingga sereal. Idealnya kebutuhan serat bagi tubuh mencapai 30 gram per hari. Namun asupan serat juga harus diimbangi dengan konsumsi air putih yang cukup sehingga tidak memiliki efek samping yang negatif ke tubuh.

4. Olahraga rutin jadi keharusan

Salah satu aktivitas yang tidak boleh dilewatkan untuk menjaga kesehatan secara umum, dan jantung secara khusus adalah olahraga. Setidaknya setiap hari Anda harus mengolah tubuh selama 30 menit agar badan tetap fit dan senantiasa menjaga kesehatan jantung Anda.

5. Hindari godaan lemak jenuh

Lemak jenuh menjadi salah satu zat yang memiliki peran besar dalam kolesterol yang dapat menggangu kesehatan jantung. Maka dari itu mengurangi konsumsi lemak jenuh menjadi wajib hukumnya jika Anda ingin memiliki jantung yang sehat. Zat ini biasanya ditemui pada gorengan, susu kaya lemak, hingga makanan olahan.

Baca juga: Usia Muda, Mungkinkah Terkena Penyakit Kritis?

6. Waspadai tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi berpotensi bikin pembuluh darah pecah. Jika itu terjadi pada organ-organ vital, seperti jantung tentunya berpotensi menyebabkan dampak yang mematikan. Pola hidup sehat dan menjaga asupan makanan menjadi cara yang paling efektif untuk mempertahankan tekanan darah Anda.

7. Perhatikan kadar gula darah

Seperti kita semua tahu jika kadar gula darah tinggi bisa menyebabkan diabetes, yang hingga kini tidak ada obatnya. Namun tahu kah Anda jika kadar gula darah juga dapat menimbulkan penyakit jantung.  Karena kadar gula darah tinggi bisa menyebabkan pembuluh darah dan saraf yang mengendalikan jantung serta pembuluh darah terganggu dan rusak. Oleh karena itu, periksakan kadar gula darah secara rutin.

8. Pentingnya istirahat cukup

Setiap manusia yang menjaga kesehatan lewat pola hidup sehat dan asupan makanan akan menjadi percuma kalau Anda tidak mendapatkan istirahat yang cukup. Oleh karena itu idealnya setiap orang diharuskan tidur selama 7-8 jam per hari agar tubuh dapat beristirahat dan menekan risiko penyakit darah tinggi, diabetes dan serangan jantung.

 

Haruskah Anda memiliki asuransi penyakit kritis?

Selain menjalani pola hidup sehat, yang tak kalah penting ialah melindungi diri dengan proteksi yang bisa menghindarkan Anda dari risiko pengeluaran besar akibat penyakit kritis. Anda pasti tahu bukan, pengobatan jantung dan penyakit kritis tidaklah murah. Anda bisa mengalihkan risiko pengeluaran yang besar ini dengan memiliki Flexi Critical Illness, asuransi penyakit kritis dari Astra Life.

Flexi Critical Illness akan melindungi Anda dari tiga penyakit kritis yang paling sering dialami masyarakat Indonesia, yaitu stroke, kanker (sejak tahap awal), dan jantung. Dengan memiliki asuransi ini, risiko keuangan Anda akan terlindungi jika mengalami penyakit kritis di atas karena memberikan Uang Pertanggungan (UP) untuk biaya pengobatan hingga Rp2 miliar tanpa harus cek medis.

Flexi Critical Illness juga memiliki fitur yang fleksibel karena dapat Anda #AturSendiri besar UP-nya dan harga premi kapan pun dan di mana pun Anda berada sehingga harga preminya menjadi lebih efisien.

Baca juga: Mencari Asuransi Penyakit Kritis yang Tepat? Cek 4 Jurus Ini!

Jika ingin memiliki asuransi penyakit kritis lebih komprehensif, Anda bisa memilih AVA Proteksi Optima 117 yang menawarkan perlindungan lebih lengkap, mencakup 117 penyakit kritis, komplikasi akibat diabetes, serta penyakit kritis katastropik. Dengan AVA Proteksi Optima 117, Anda juga bisa mendapatkan perlindungan hingga Rp2 miliar dan bonus hingga 20% dari UP untuk beragam penyakit di atas.

Jadi, ingin terhindar dari risiko jantung dan penyakit kritis lainnya? Mari, jalani delapan langkah sederhana di atas serta lindungi diri dengan asuransi jiwa dan asuransi penyakit kritis dari Astra Life.

Related Posts

9 Tips Memilih Asuransi Kesehatan Terbaik

Di tengah pandemi sekarang ini, kita tersadar bahwa harta yang paling berharga adalah kesehatan. Banyak orang berusaha m...

10 Tips Aman Berobat ke Rumah Sakit di Masa New Normal

Fase new normal memang sudah datang, tapi kita tak boleh berhenti wasapada. Risiko terkena COVID-19 masih ada. Beberap...

12 Tips Aman Menggunakan Transportasi Umum di Era New Normal

Fase new normal sudah hadir. Say goodbye to work from home (WFH), kini saatnya banyak dari kita kembali ke kantor. ...




« | »
Read previous post:
Asuransi Penyakit Kritis
Kenapa Kita Tetap Butuh Asuransi Penyakit Kritis walau Sudah Ada BPJS?

Banyak orang berpikir setelah mereka terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan, maka ia tidak perlu lagi memiliki asuransi penyakit kritis. Sebenarnya,...

Close