Sering Merasa Cemas? Mungkin Saatnya Kamu Detox Media Sosial

Melakukan detox media sosial dapat membantu kita merasa lebih tenang dan meningkatkan kesehatan mental.

Durasi baca: 4 menit

Sering-Merasa-Cemas-Mungkin-Saatnya-Kamu-Detox-Media-Sosial

Sering Merasa Cemas? Mungkin Saatnya Kamu Detox Media Sosial

Melakukan detox media sosial dapat membantu kita merasa lebih tenang dan meningkatkan kesehatan mental.

Durasi baca: 4 menit

Apakah hidup lebih tenang dan kesehatan mental terjaga menjadi salah satu resolusi tahun baru 2022 kamu? Jika iya, barangkali kamu bisa mempertimbangkan untuk detox sosmed selama beberapa waktu. Nyatanya, media sosial kadang memang sangat melelahkan, bahkan sudah ada penelitian yang menyatakan, bahwa media sosial bisa mempengaruhi kesehatan mental.

Sebuah studi yang diterbitkan dalam International Journal of Mental Health and Addiction, berjudul “A Tool to Help or Harm? Online Social Media Use and Adult Mental Health in Indonesia”, memberikan data mengenai hubungan media sosial dan tingkat kesehatan mental ini. 

Adalah Sujarwoto, seorang peneliti dari Universitas Brawijaya, juga Gindo Tampubolon dari University of Manchester, serta Adi Cilik Pierewan dari Universitas Negeri Yogyakarta, yang melakukan analisis variabel instrumental data dari Indonesia Family Life Survey (IFLS) 2014, atas 22.423 responden berusia 20 tahun ke atas, dari 9987 rumah tangga, yang berdomisili di 297 kabupaten di Indonesia. Fakta pun terungkap, bahwa penggunaan media sosial yang berlebihan dapat membahayakan kesehatan mental. Kenaikan tingkat pemakaian media sosial akan menyebabkan peningkatan skor CES-D, atau skala depresi pada seseorang sebesar 9%.

Karena itu, kalau kamu memang berniat untuk melakukan detox media sosial, mumpung masih dalam momen tahun baru untuk semangat yang baru, itu akan jadi keputusan yang bijak.

Nah, mari kita bahas lebih lanjut seperti apa sih detox sosmed dan manfaatnya bagi kesehatan mental kita.

Detox Media Sosial: Mengapa Penting dan Apa Gejala Kalau Kamu Membutuhkannya?

Media sosial berfungsi sebagai wadah berinteraksi. Namun, seiring berjalan waktu dan layanan yang ditingkatkan, platform ini berubah menjadi medium edukasi, transaksi bisnis, branding, hingga peluang untuk mendapatkan penghasilan.

Jadi, tidak mengherankan apabila sekarang ini banyak yang rela menghabiskan waktu berjam-jam dengan menggenggam gadget demi mendapatkan berbagai informasi di media sosial, selain tentunya memanfaatkannya untuk mendapatkan uang.

Sayangnya, kondisi ini membuat sebagian pengguna memiliki masalah. Kadang ada banyak efek yang mengikuti seiring kita eksis di media sosial; konten yang diunggah mendapat respons negatif, cyberbullying, tidak bisa memilah informasi berujung menyebarkan hoax, FOMO melihat si A liburan ke kota B, dan masih banyak hal lain. Kondisi ini kerap terjadi, yang ternyata memiliki dampak besar ke kesehatan mental, seperti gangguan kecemasan, bahkan berujung depresi.

Faktanya, mengakses media sosial tanpa kenal waktu dan terus-menerus dapat mempengaruhi otak, karena merangsang produksi dopamin yang berlebihan. Dopamin adalah hormon yang bertugas untuk memunculkan rasa senang. Ketika tubuh memberi respons terhadap dopamin yang jumlahnya banyak, maka secara otomatis otak akan menganggap aktivitas main medsos ini kegiatan yang bermanfaat dan perlu diulangi.

Jika tak terkendali dan berlebihan, maka bisa hal ini akan mengganggu aktivitas harian. Efeknya bahkan sama saja ketika kita kecanduan narkoba. Duh, serem!

Lantas, seperti apa sih tanda-tanda kita butuh detox sosmed? Di antaranya adalah:

  1. Mengalami kecemasan dan merasa stres setelah membuka media sosial
  2. Merasa perlu untuk mengecek gadget setiap saat
  3. Muncul ketakutan ketinggalan berita viral jika tidak membuka media sosial
  4. Menganggap jumlah like dan komentar di platform media sosial sangat penting
  5. Selalu terdistraksi dari prioritas atau aktivitas utama yang lebih penting
  6. Muncul masalah dengan orang sekitar, pasangan, maupun pekerjaan, karena lebih banyak menghabiskan waktu mengakses media sosial

Manfaat Lain Detox Media Sosial

Selain bermanfaat bagi kesehatan mental, ada manfaat lain yang bisa kamu rasakan dari detox media sosial, antara lain:

1. Kualitas tidur membaik

Dampak buruk dari media sosial salah satunya adalah gangguan tidur. Hal ini disebabkan sinar dari layar ponsel yang ternyata bisa mempengaruhi kualitas tidur kita. Mata kita akan terasa perih, bahkan bisa menyebabkan sakit kepala.

Di sisi lain, sebagian orang mengorbankan waktu tidurnya untuk main media sosial. Asyik berkomentar, membaca postingan, mendengar podcast, hingga menonton YouTube. Hal ini menyebabkan berkurangnya waktu tidur yang berkualitas, yang pada akhirnya akan dapat mempengaruhi kesehatan fisik dan mental kita. Ada penelitian menunjukkan, bahwa gangguan tidur bisa meningkatkan risiko berbagai penyakit seperti obesitas, penyakit jantung, dan penyakit metabolik.

Dengan detox media sosial, kualitas tidur kamu akan kembali seperti dulu lagi. Tubuh akan terasa bugar di pagi hari dan siap untuk menjalankan aktivitas.

2. Mengeratkan hubungan sosial dengan orang terdekat

Ada istilah yang sering kita dengar tentang media sosial; menjauhkan yang dekat dan mendekatkan yang jauh.

Saat kita asyik dengan dunia media sosial, orang-orang terdekat kita pun terasa asing. Kita seperti berada di dunia sendiri tidak peduli dengan lingkungan yang ada. Intensitas ngobrol dengan pasangan berkurang, interaksi dengan anak semakin minim, tidak fokus dengan percakapan karena perhatian tertuju di gadget hingga kita jadi jarang keluar rumah. Ini pertanda yang tidak baik.

Detox sosmed bisa membantu kita mengatasi masalah tersebut. Hari tanpa media sosial tidak lantas membuat hari kita jadi suram, justru ini bisa dimanfaatkan mengembalikan hubungan yang hangat dengan orang-orang terdekat.

3. Menjaga kesehatan fisik

Browsing di dunia maya ternyata juga membuat kita mager alias malas gerak. Lebih asyik selonjoran di sofa sambil ngemil dan membaca postingan di media sosial. Inilah yang membuat tubuh kita tidak bergerak. 

Tubuh yang kurang bergerak bisa mengundang berbagai penyakit, seperti peredaran darah kurang lancar, badan pegal, sendi-sendi terasa kaku, bahkan bisa berujung sakit kepala, migrain, bahkan vertigo.

Dengan detox media sosial, kamu memiliki banyak waktu untuk menggerakkan tubuh tanpa terdistraksi oleh notifikasi. Kamu bisa melakukan meditasi dan berolahraga dengan nyaman.

4. Produktivitas meningkat

Notifikasi media sosial sering membuat kita tidak fokus. Alih-alih menyelesaikan pekerjaan, kita malah membuka media sosial dan membaca balasan komentar dari teman. Waktu terbuang percuma dan pekerjaan pun tidak selesai.

Melakukan detox media sosial secara langsung bisa meningkatkan produktivitas kerja kamu yang selama ini menurun. Fokus tidak lagi terbagi, waktu yang ada bisa dimanfaatkan menyelesaikan pekerjaan dan melakukan aktivitas lainnya.

Tip Melakukan Detox Sosmed

Jika memang efeknya buruk seperti yang telah dijelaskan di atas, maka setuju kan, kalau kita perlu untuk melakukan detox media sosial?

Lalu, seberapa lama kita sebaiknya melakukan detox media sosial? Sejauh ini, memang belum ada saran dari para ahli mengenai seberapa lama sebaiknya detox media sosial seharusnya kita lakukan. Dengan demikian, kita bisa menyesuaikannya saja dengan kebutuhan masing-masing.

Di awal, pasti merasa sulit. Hal ini wajar, tetapi jika memang kamu menginginkan hidup dan mental yang lebih sehat, kamu pasti dapat melakukannya.

Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk detox media sosial demi kesehatan mental yang lebih baik.

1. Tentukan durasi detox

Sejauh ini, tidak ada ukuran pasti dari para psikolog perihal seberapa lama durasi detox media sosial yang baik. Semua kembali ke kamu, mau berapa lama vakum dari platform ini. Kamu bisa melakukannya secara bertahap. Misalnya, 3 hari, 7 hari, 10 hari, 14 hari, hingga satu bulan. Coba rasakan efeknya. Jika memang menurutmu memberikan pengaruh yang baik, tak salah juga kalau kemudian kamu menambah waktu detox lebih lama, bahkan hingga satu tahun. Terasa berat di awal? Pastinya. Karena kamu akan mengurangi aktivitas yang selama ini sudah akrab dilakukan setiap hari.

Cara terbaik untuk menentukan durasi detox pertama kali yang bisa kamu coba adalah dengan melakukannya di akhir pekan. Apabila kamu merasa berhasil dan ternyata nyaman dengan hal tersebut, kamu bisa melanjutkannya dengan durasi lebih lama.

2. Nonaktifkan akun media sosial sementara

Cara detox media sosial kedua adalah nonaktifkan akun media sosial. Kamu bisa memilih media sosial mana sih yang paling mengganggu, misalnya Twitter, Instagram, atau Facebook. Di bagian Setting kedua media sosial tersebut ada pilihan deactivate account temporarily.

Pilihan deaktivasi akun secara sementara ini bukan berarti menghapus. Karena jika nantinya kamu ingin kembali lagi, kamu bisa mengaktifkan akun yang dimiliki cukup dengan login saja.

Atau kamu juga bisa meng-uninstall aplikasi media sosial yang ada dalam smartphone kamu, sehingga kamu tak dapat mengaksesnya dengan mudah.

3. Lakukan kegiatan yang disenangi

Jika kamu memiliki beragam aktivitas offline, maka perhatianmu akan teralihkan dari media sosial. So, kenapa tak dicoba? Kamu bisa memulai dengan membangkitkan lagi hobi yang selama ini dikesampingkan karena terlalu asyik main media sosial. Misalnya, memulai target membaca sebulan empat kali, mulai berkebun, berolahraga, bermain bersama anak, dan lain sebagainya.

Ternyata tidak sesulit yang kita duga bukan detox media sosial? Semua bisa melakukannya, yang penting ada tekad dari diri kita untuk bisa lepas sejenak dari riuh dunia virtual tersebut.

Selain menjaga kesehatan, baik fisik maupun mental, jangan lupa untuk memiliki proteksi tambahan dari asuransi juga sebagai persiapan untuk hal yang tidak terduga di kemudian hari.

Kamu bisa memilih Flexi Health dari Astra Life yang mempunyai manfaat santunan rawat inap hingga Rp 1 juta per hari tanpa perlu cek medis. Premi dan uang pertanggungannya pun sangat fleksibel, bisa kamu atur sesuai dengan keinginanmu. Untuk mendapatkan manfaat Flexi Health, kamu tak perlu repot, karena bisa dibeli secara online.

Ingin tahu informasi lengkap produk Flexi Health dan produk Flexi lainnya? Cek di laman ilovelife.co.id. Jangan lupa dapatkan update seputar kesehatan, finansial, dan kehidupan dengan follow Instagram @astralifeid. Urusan Sehat, No Worries #iGotYourBack

Artikel Lainnya

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!