7 Tips Hindari Penyakit Jantung

Tips Hindari Penyakit Jantung

Pola hidup masyarakat saat ini menjadi faktor yang berisiko tinggi terhadap ancaman serangan jantung. Bahkan, penyakit tersebut tidak hanya mengintai orang tua, tetapi juga anak-anak muda yang sedang dalam usia produktif.

Berdasar data World Health Organization (WHO) pada 2017, di Indonesia, penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian tertinggi pada semua umur setelah stroke dengan persentase sebesar 15,45%. Mengacu laporan Economics of Non-Communicable Diseases in Indonesia, pun diketahui penyakit tersebut mulai menyerang generasi muda di rentang 15 hingga 45 tahun, yang mana merupakan usia produktif.

Baca juga: Kematian Mendadak, Benarkah Sebab Alarm Tubuh Tidak Diacuhkan?

Lalu bagaimana agar generasi muda terhindar dari ancaman penyakit jantung tersebut? Simak beberapa tips di bawah ini:

1. Nutrisi adalah kunci

Menjaga pola makan bernutrisi merupakan salah satu kunci menghindari risiko penyakit jantung. Pola makan sederhana seperti apa yang bisa Anda terapkan?

Sarapan bubur gandum

Gandum mengandung beta-glucan atau serat yang dapat menurunkan kolesterol jahat, penyebab sakit jantung. Menurut ahli gizi Dr Sarah Schenker dari British Dietetic Association, Anda memerlukan 3 gram beta-glucan per hari atau setara dengan semangkuk bubur (ukuran rata-rata). Dengan menyantap semangkuk bubur gandum setiap pagi, Anda dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh sebanyak 5 sampai 10 persen, dibanding bila sama sekali tidak mengonsumsinya.

Makan semangkuk yogurt

Sekitar 80 persen imunitas tubuh manusia ada di pencernaannya. Jika pencernaan sehat, bisa dipastikan Anda tidak mudah terserang penyakit, termasuk jantung. Nah, untuk memiliki pencernaan yang sehat, Anda memerlukan bakteri baik atau probiotik. Bakteri ini bisa diperoleh dari susu dan produk turunannya seperti yogurt.

Mengurangi konsumsi gula

Fakta gula ternyata tak semanis rasanya bukan hal baru dalam dunia kesehatan. Toh, gula merupakan salah satu bahan makanan yang disinyalir menjadi kontributor besar untuk tekanan darah tinggi. Dr James DiNicolantonio, ilmuwan penelitian kardiovaskular di St Luke Mid America Heart Institute, mengatakan, “Mendorong orang untuk mengatakan tidak pada gula, bukan garam, mungkin strategi diet yang lebih baik untuk mengontrol tekanan darah.”

2. Olahraga 30 menit setiap hari

Aktivitas fisik dapat membantu mengendalikan berat badan dan mengurangi kesempatan mengembangkan kondisi lain yang dapat membuat tekanan pada jantung, seperti tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes.

Secara umum, Anda harus melakukan olahraga ringan, seperti berjalan dengan kecepatan tinggi, selama sekitar 30 menit pada hampir setiap hari dalam seminggu. Berolahraga hanya 10 menit setiap hari pun cukup memberikan manfaat besar untuk jantung.

3. Hindari merokok

Merokok adalah salah satu faktor risiko paling signifikan untuk mengembangkan penyakit jantung. Bahan kimia di tembakau dapat merusak jantung dan pembuluh darah, menyebabkan penyempitan arteri akibat penumpukan plak (aterosklerosis) dan akhirnya dapat menyebabkan serangan jantung. Karbon monoksida dalam asap rokok menggantikan oksigen dalam darah.

Hal ini meningkatkan tekanan darah dan detak jantung dengan memaksa jantung bekerja lebih keras untuk memasok kebutuhan oksigen. Wanita yang merokok dan minum pil KB berisiko lebih besar terkena serangan jantung atau stroke daripada mereka yang tidak merokok atau minum pil KB. Sebab, keduanya dapat meningkatkan risiko penggumpalan darah.

Baca juga: 4 Tes Kesehatan Mudah Yang Bisa Anda Lakukan di Rumah

4. Tidur berkualitas

Kurang tidur tidak hanya membuat Anda menguap sepanjang hari, tetapi juga membahayakan kesehatan. Orang yang kurang tidur memiliki risiko obesitas lebih tinggi, tekanan darah tinggi, serangan jantung, diabetes dan depresi. Kebanyakan orang dewasa membutuhkan tujuh sampai sembilan jam tidur setiap malam. Salah satu tanda Anda cukup tidur adalah Anda terbangun tanpa alarm dan merasa segar kembali. Namun, jika membutuhkan perjuangan untuk bangun dari tempat tidur, itu pertanda Anda butuh lebih banyak tidur.

Anda yang kerap tidur dengan lampu menyala sebaiknya mulai mengurangi kebiasaan itu. Berdasarkan penelitian Joan Roberts, seorang ahli biologi, ada hubungan antara lampu dan kesehatan. Menurut dia, cahaya lampu (termasuk pancaran dari layar televisi) dapat menyebabkan penurunan kadar hormon melatonin di dalam tubuh.

Melatonin adalah hormon yang berfungsi sebagai antioksidan dan mengontrol tidur. Hormon ini pula yang menyebabkan Anda menjadi mengantuk pada malam hari dan membuat tidur menjadi lelap. Kadar melatonin yang menurun akan berdampak pada penurunan daya tahan tubuh, sehingga tubuh menjadi lemah dan mudah terserang penyakit, termasuk sakit jantung.

Lalu bagaimana jika Anda tidak bisa tidur tenang dengan lampu menyala? Kalau begitu, Anda dapat menggunakan masker atau penutup mata selama tidur malam.

5. Pertahankan berat badan yang sehat

Kelebihan berat badan dapat menyebabkan kondisi yang meningkatkan peluang terkena penyakit jantung—termasuk tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes. Sindrom metabolik —kombinasi lemak di sekitar perut, tekanan darah tinggi, gula darah tinggi dan trigliserida tinggi,—juga meningkatkan risiko penyakit jantung.

Salah satu cara untuk melihat apakah berat badan Anda sehat adalah menghitung indeks massa tubuh (BMI). Ini yang mempertimbangkan tinggi dan berat badan dalam menentukan apakah Anda memiliki persentase lemak tubuh sehat atau tidak sehat. Angka BMI 25 dan lebih tinggi, umumnya dikaitkan dengan kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan peningkatan risiko penyakit jantung dan stroke. Lingkar pinggang juga bisa menjadi alat yang berguna untuk mengukur seberapa banyak lemak perut yang Anda miliki.

Pria umumnya dianggap kelebihan berat badan jika ukuran pinggang mereka lebih besar dari 101,6 centimeter. Wanita umumnya kelebihan berat badan jika ukuran pinggang mereka lebih besar dari 88,9 centimeter.

Baca juga: Tak Hanya Bikin Badan Sehat, Olahraga Juga Bisa Bikin Bahagia

6. Mengelola stres

Beberapa orang mengatasi stres dengan cara yang tidak sehat, seperti makan berlebihan, minum atau merokok. Menemukan cara alternatif untuk mengelola stres, seperti aktivitas fisik, latihan relaksasi atau meditasi, dapat membantu memperbaiki kesehatan Anda.

7. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur

Tekanan darah tinggi, Diabetes Mellitus dan kolesterol tinggi bisa merusak jantung dan pembuluh darah Anda. Namun tanpa tes, Anda mungkin tidak akan tahu apakah Anda memiliki kondisi ini. Lakukan pemetaan untuk memantau kesehatan Anda.

Dari tujuh tips di atas, menghindari penyakit jantung sesungguhnya bukanlah hal yang susah, bukan? Anda hanya perlu menjalani gaya hidup sehat secara teratur. Agar cara tersebut berjalan maksimal, lengkapi juga dengan perlindungan asuransi AVA iBright Protector dari Astra Life, yang dilengkapi dengan perlindungan kesehatan baik untuk membayarkan biaya perawatan di Rumah Sakit atau yang memberikan santunan harian apabila dirawat di Rumah Sakit. Selain itu AVA iBright Protector dilengkapi juga dengan manfaat terminal illness, Cacat Total dan Tetap, hingga santunan tutup usia.




« | »
Read previous post:
Cara mengemudi yang baik.
Hentikan 4 Kebiasaan Buruk ini Selama Anda Mengemudi

Cara mengemudi yang baik adalah memahami dan mematuhi tata tertib lalu lintas. Oleh karena itu, saat Anda sedang membuat Surat...

Close