11 Perubahan Kecil yang Dapat Menurunkan Kadar Stres

Pekerjaan kantor yang tiada pernah habisnya, urusan keluarga yang selalu berdatangan, hingga masalah dengan teman atau kolega yang terkadang muncul bisa jadi membuat Anda stres. Ditambah lagi jalanan perkotaan yang selalu dilanda kemacetan, ke mana pun Anda bepergian. Bila saja stres sudah melanda Anda, bisa dipastikan penyakit lainnya bakal bermunculan. Mulai dari hal sederhana seperti masalah kulit sampai penyakit serius seperti gangguan kesehatan jantung.

Bagi perempuan, stres bisa berdampak lebih parah. Seperti mengganggu kerja hormon yang membuat Anda kerap mengalami telat datang bulan, hingga memicu tumbuhnya tumor dan kanker. Apalagi data Pusat Patologi Indonesia menyebutkan dari 10 jenis kanker paling banyak diderita di Indonesia, kanker leher rahim (serviks) dan kanker payudara menduduki angka tertinggi. Fakta ini membuktikan kaum wanita merupakan golongan paling berisiko terkena kanker dibandingkan pria.

Ketika tubuh sakit, Anda memang harus berkonsultasi ke dokter, mengonsumsi obat, dan beristirahat. Tapi yang lebih penting dari semua itu adalah berusaha mengurangi stres atau mengendalikan hal-hal yang menjadi pemicu stres. Dengan begitu, pikiran bisa tenang dan tubuh kembali sehat. Nah, berikut tips mengatur stres dari para ahli, untuk Anda:

1. Pijat dan Meditasi

Dokter spesialis kulit dan rambut Pankaj Chaturvedi mengatakan, pikiran dan kulit saling terhubung. Sehingga kala hormon stres dilepaskan, produksi minyak di kulit meningkat dan jerawat pun muncul. Selain jerawat, keriput dan lingkaran hitam pada daerah mata dampak stres.

Stres juga menghambat aliran darah di kepala. Ini membuat folikel rambut tidak bisa mendapatkan jumlah oksigen dan nutrisi lain yang diperlukan untuk pertumbuhan rambut. “Sehingga stres bisa mengakibatkan kerontokan,” kata Chaturvedi.

Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan pemijatan pada tubuh dan area wajah serta kepala. Cara ini akan membantu tubuh relaks dan saluran energi yang terhambat menjadi perlahan terbuka. Chaturvedi juga menyarankan Anda bermeditasi 15-20 menit per hari. “Duduk dalam kondisi tenang bisa menolong Anda memfokuskan pikiran dan melepaskan stres,” ujarnya.

2. Tidur berkualitas

Anda tentu sudah tahu bila tidur merupakan kebutuhan dasar manusia. Menurut situs American Physiological Association (APA), tidur akan membuat tubuh dan segala organnya beristirahat, sementara otak melakukan proses pengisian ulang hingga Anda memiliki ingatan yang kuat. Karena itu, APA menyarankan agar Anda beristirahat sekitar 7-8 jam setiap hari.
Lalu bagaimana bila Anda kekurangan tidur? Bila sekali waktu saja, mungkin Anda hanya akan merasa mengantuk di siang hari. Namun bila hampir setiap hari kekurangan tidur, itu akan berpengaruh pada diri Anda. Mulai dari mengurangi daya ingat, memengaruhi penilaian Anda terhadap seseorang atau sesuatu hal, merusak suasana hati, hingga menimbulkan stres. Nah, agar memperoleh tidur berkualitas, Anda bisa mandi menggunakan air hangat sekitar satu jam sebelum waktu tidur. Ini akan membuat tubuh menjadi lebih rileks, sehingga Anda mudah tertidur.

Baca juga Ingin Tidur Malam Lebih Berkualitas? Ini Resepnya!

3. Menaruh tanaman dalam ruangan

Tanaman di dalam pot ternyata bisa membantu Anda mengurangi kelelahan, stres, sakit kepala, batuk, dan kulit kering. Hal ini berdasarkan penelitian sejumlah ilmuwan dari Norwegian University of Life Sciences dan Uppsala University, Swedia. Menurut kepala tim penelitian itu, Tina Bringslimark dari Norwegian University, sekitar 385 pekerja diteliti dan diamati jumlah izin tidak masuk kerjanya karena sakit.

Mereka lalu ditanya berapa banyak tanaman yang mereka lihat dari meja kerjanya. Hasilnya menunjukkan pekerja yang semakin banyak melihat tanaman dari meja kerjanya semakin jarang tidak masuk kerja karena sakit. Menurut Bringslimark, tanah untuk menaman tumbuhan ini memiliki volatile, organisme yang memiliki efek bagi kesehatan. “Secara psikologis, melihat tanaman atau pohon memiliki efek menyegarkan,” kata Bringslimark.

4. Menyantap kudapan

Demi menjaga berat badan, mungkin Anda cenderung menghindari makanan ringan. Tapi ternyata, menyantap camilan bisa membantu Anda mengurangi stres. Robert Cooper, Ph.D., penulis buku The Power of 5, menuliskan bila makanan yang tinggi karbohidrat akan merangsang pelepasan serotonin. Ini adalah zat kimia pada otak yang membuat perasaan menjadi lebih baik dan merangsang munculnya rasa tenang. “Kerupuk, pretzel, atau bagel dapat mengurangi stres,” kata Cooper.

5. Mengonsumsi multivitamin

Untuk para perempuan, penulis buku Food and Mood, Elizabeth Somer, R.D., merekomendasikan Anda mengonsumsi multivitamin yang mengandung vitamin B, serta mineral seperti kalsium, magnesium, kromium, tembaga, besi, mangan, molibdenum, selenium, dan seng. Multivitamin ini membantu Anda terhindar dari stres yang bisa mengacaukan kinerja hormon estrogen.

6. Bermain dengan hewan peliharaan

Sejumlah peneliti dari State University of New York di Buffalo pernah mengamati 100 responden perempuan. Dalam riset tersebut, para peneliti menemukan bila mereka yang kerap berinteraksi dengan hewan peliharaan, seperti anjing, memiliki tekanan darah lebih rendah ketimbang responden yang tidak melakukannya. Sebab ketika bersama hewan peliharaan, orang-orang cenderung tidak hanya membelainya. Tapi juga mengajak mereka berbicara, hingga mengeluarkan uneg-unegnya. “Cukup bermain selama beberapa menit dengan hewan peliharaan akan membantu mengurangi stres Anda,” ungkap para peneliti itu.

7. Berbincang dengan teman

Teman setia ada tidak hanya di kala senang saja. Tapi mereka juga hadir ketika Anda tengah dirundung masalah. Ketika berbincang dengan teman, Anda bisa menemukan pandangan lain dari sebuah masalah. Kalau pun tidak memberikan solusi, sesungguhnya kehadiran teman sebagai pendengar bisa meringkankan perasaan Anda.

8. Hangatkan mata

Penulis The Healthy Mind, Healthy Body Handbook, David Sobel, MD, menyarankan Anda untuk menggosok kedua telapak tangan. Ketika sudah terasa hangat, taruh masing-masing telapak tangan di kedua mata yang tengah tertutup. Diamkan selama lima detik, sementara Anda bernapas dalam-dalam. “Kehangatan dan kegelapan bisa membuat Anda rileks serta melepaskan stres,” kata Sobel.

9. Bernapas panjang

Masih mengutip Robert Cooper, PhD., bernapas panjang dengan perut akan mengoksidasi darah dan membantu Anda rileks. Caranya, taruh tangan Anda pada perut, tepat di bawah pusar. Kemudian tarik napas perlahan melalui hidung dan perhatikan posisi tangan, pastikan bergerak mengikuti perut yang mengembang. Tahan napas selama beberapa detik, lalu buang napas perlahan. Ulangi beberapa kali.

10. Tersenyum

Mungkin selama ini Anda tersenyum ketika merasa bahagia atau tengah bersantai. Tapi sesungguhnya, tersenyum juga bisa menimbulkan perasaan santai, juga bahagia, hingga Anda tidak lagi merasakan stres. Mengapa begitu? Menurut Cooper, senyuman bisa merangsang saraf dari otot wajah ke sistem limbik, pusat emosi dalam otak. “Kondisi ini akan menimbulkan keseimbangan neurokimia, hingga Anda merasa tenang.”

11. Memiliki asuransi jiwa

Dengan memiliki asuransi jiwa, maka hidup akan lebih tenang, karena risiko finansial sudah ditanggung oleh pihak asuransi. Sehingga hidup Anda akan jauh dari rasa khawatir apabila hal buruk misalnya penyakit, kematian, ataupun kecelakaan, terjadi di kemudian hari.

Sesungguhnya tidak sulit melepaskan stres. Anda cukup belajar menerima keadaan dan menikmati hidup, setiap detiknya.

Baca Tips Kesehatan lainnya di sini.