Cerita Pemilik Kopi Kenangan Edward Tirtanata Melawan Dominasi Kopi Internasional

Pemilik Kopi Kenangan Edward Tirtanata astra life

Inti dari sebuah bisnis adalah memberikan solusi atas persoalan yang ada di masyarakat. Prinsip tersebut dipegang teguh oleh pemilik Kopi Kenangan Edward Tirtanata dalam membangun dan membesarkan bisnis kopinya. Pria yang lahir di Bandung, 13 Desember 1988 ini mencermati kebiasaan orang Indonesia yang hobi nongkrong sambil minum kopi. Tapi sayangnya pada saat itu belum ada minuman kopi yang harganya murah dan berkualitas. Selain itu, pasar kopi di dalam negeri juga masih dikuasai merek-merek internasional. Itu sebabnya, merek kopi lokal tidak mampu bersaing di pasar. “Problem-nya adalah tidak ada kopi yang harganya affordable, yang murah tapi berkualitas. Dari situ, saya bikin Kopi Kenangan dengan modal Rp150 juta.”

Pemilik Kopi Kenangan Edward Tirtanata tidak sendirian dalam membangun bisnis ini. Dia bersama rekannya, James Prananto, berupaya mewujudkan mimpi besar menjadikan Kopi Kenangan sebagai merek kopi lokal yang mampu bersanding dengan merek-merek kopi internasional yang sudah eksis lebih dulu.

Dia membuka gerai Kopi Kenangan pertama di Menara Standard Chartered, Jakarta Selatan, pada tahun 2017. Respon pasar ternyata sangat bagus. Dari satu gerai di tahun 2017, dia sudah bisa mencapai break event point (BEP) hanya dalam waktu tiga bulan.

BACA JUGA: Ingin Menjaga Wanita Hamil, Anda Waluyo Mendirikan Sehati dan TeleCTG

Ide bisnis jadi modal utama

Membangun bisnis kedai Kopi Kenangan yang kini dikenal luas di masyarakat bukan persoalan mudah. Tapi dengan keuletannya,pemilik Kopi Kenangan Edward Tirtanata mampu membangun 90 gerai Kopi Kenangan yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia dalam waktu yang terbilang singkat, yaitu hanya 2 tahun. Hebatnya, semua gerai yang kini dioperasikan oleh sekitar 1.000 orang karyawan itu dimiliki sendiri alias tidak menggandeng mitra.

Modal yang harus dikeluarkan pasti tidak sedikit. Awalnya, Edward menggunakan modal patungan bersama James yang diambil dari uang tabungan. Setelah bisnisnya berjalan bagus, dia menggandeng investor untuk membiayai ekspansi bisnis yang lebih luas.

“Jangan sampai terkendala modal, zaman sekarang banyak banget yang mau memberikan modal. Jangan takut, asal idenya bagus, orangnya oke, funding juga akan datang,” kisah Edward.

Yang paling penting, ide bisnis yang diangkat harus bisnis yang tengah tumbuh tinggi dan berada di pasar yang besar pula. Selain itu, investor juga akan melihat siapa yang mengeksekusi ide bisnis tersebut.

Dia melihat potensi pasar kopi di Indonesia sangat besar. Konsumsi kopi di Indonesia juga menjadi salah satu yang terbesar di dunia. Namun peluang tersebut pada saat itu belum dimanfaatkan oleh pemain lokal secara optimal.

“Selama ini, Indonesia hanya bisa ekspor kopi atau teh sebagai komoditas. Kita ingin ekspor teh dan kopi sebagai brand jadi ada value added,” terang Edward.

Dengan ide bisnis dan visi yang kuat, dia percaya modal akan datang sendiri. Yang terbaru, Kopi Kenangan mendapatkan kucuran dana US$ 20 juta atau setara Rp 282 miliar dari Sequoia India pada 25 Juni 2019.

BACA JUGA: Evan Raditya, Ilustrator Asal Malang yang Terlibat di Film Hollywood

Dana tersebut rencananya akan dipergunakan untuk membiayai ekspansi bisnis. Hingga akhir tahun ini, Edward menargetkan Kopi Kenangan bisa memiliki 150 gerai. Lalu hingga 2021, Kopi Kenangan ditargetkan sudah memiliki 1.000 gerai. Bukan cuma di Indonesia, Edward ingin Kopi Kenangan dalam waktu dekat juga hadir di luar negeri terutama Asia Tenggara.

Kopi yang merakyat

Dari awal membangun bisnis, visi yang diusung oleh Kopi Kenangan adalah menghadirkan minuman kopi berkualitas dengan harga yang terjangkau. Edward ingin menghapuskan dominasi merek kopi internasional di pasar lokal.

“Namanya Kopi Kenangan karena kita ingin mass affordable. Kalau namanya terlalu mahal, orang malah takut masuk nantinya,” ujar Edward. Angka penjualan startup minuman on demand ini terus meningkat. Dengan harga kopi rata-rata Rp 20.000 per cup, Kopi Kenangan kini mampu menjual 1,5 juta cup per bulan. Artinya, omzet Kopi Kenangan telah menembus Rp 30 miliar per bulan.

Edward Tirtanata salah satu pendiri Kopi Kenangan
Edward Tirtanata, salah satu pemilik Kopi Kenangan. Ia berharap Kopi Kenangan bisa menjadi awal kebangkitan merek kopi lokal.

Kunci sukses mendatangkan pelanggan dalam jumlah besar, menurut Edward, terletak pada strategi branding yang kuat. Nama Kopi Kenangan sendiri gampang diingat oleh masyarakat. Selain itu, kata “kenangan” mampu membangkitkan ingatan seseorang pada mantan yang tak terlupakan. “Namanya lucu Kopi Kenangan. Lucu aja dan mudah diingat. Kenangan mantan siapa yang bisa lupa sama mantan?” tuturnya.

Edward mengatakan, pengusaha harus punya konsep yang menarik supaya orang mau datang tanpa perlu anggaran marketing yang besar. Untuk itu, Kopi Kenangan hanya menganggarkan biaya marketing sebesar 1% dari pendapatan yang diperoleh. Dengan dana yang sedikit itu, dia harus bisa mendapatkan penjualan yang maksimal.

“Kuncinya dari diferensiasi, kalau berbeda pasti orang akan foto di Instagram, ngomong ke temannya word of mouth. Jadi word of mouth itu the holy grail of marketing,” kata Edward.

Diferensiasi produk dilakukan Kopi Kenangan dengan menghadirkan minuman kopi yang lebih berkualitas. Hal itu bisa diperoleh dengan menggunakan mesin kopi espresso terbaik asal Italia, yakni La Marzocco dan Victoria Arduino. Saat ini, Edward mengklaim Kopi Kenangan menjadi satu-satunya kedai kopi di Indonesia yang menggunakan mesin tersebut.

Kopi Kenangan juga menggunakan bahan baku susu dengan kualitas premium sehingga rasa yang dihasilkan lebih berkelas. Meski kualitas minuman Kopi Kenangan dibuat lebih tinggi dari para pesaingnya, Edward menyebut harga minuman kopi yang dijual harus tetap terjangkau di kantong masyarakat.

BACA JUGA: Membangun Bisnis yang Sehat Bersama Teman

Bagi pengusaha muda yang ingin membangun bisnis sendiri, Edward menyarankan agar mereka berani melangkah secepatnya. Membangun bisnis bisa dimulai dari yang kecil terlebih dahulu. “Misalnya kopi susu waktu trending, kita harus cepat buka jangan menunggu lama, jangan menunggu momentum hilang,” kata dia.

Edward mengatakan, saat ini adalah waktu yang tepat untuk membangun bisnis. Perekonomian nasional sedang tumbuh dan banyak yang mengalir ke Indonesia. Investor yang mau membiayai perusahaan startup juga sangat banyak. Jika menunggu kelak saat Indonesia sudah lebih maju seperti Singapura, dia menyebut, mau membuat bisnis apapun akan sulit karena biaya investasinya tak lagi murah.

Dari kisah Edward Tirtanata pemilik Kopi Kenangan, kita dapat mengambil kesimpulan tentang pentingnya memiliki ide dan konsep bisnis yang kuat. Dengan demikian, bisnis yang dibangun akan mampu bersaing di tengah persaingan bisnis yang makin ketat. Sedangkan modal usaha untuk mengembangkan bisnis bisa diperoleh dengan menggandeng investor.

BACA JUGA: Mengembangkan Bisnis Melalui Instagram

Selain itu, agar keuangan pribadi tetap stabil selama membangun bisnis baru, penting sekali untuk memproteksi diri dengan produk asuransi jiwa. Dengan itu, jika kamu terkena risiko tutup usia, keluargamu akan mendapatkan dana yang bisa dipakai untuk pengganti penghasilanmu.

Flexi Life adalah asuransi jiwa dari Astra Life yang memberikanmu perlindungan jiwa hingga Rp5 Miliar. Sesuai dengan namanya, Flexi Life memiliki fitur yang fleksibel, dimana kamu bisa #AturSendiri besar perlindungan, lama perlindungan, dan cara pembayaran premimu. Jadi, kamu bisa melakukan upgrade atau downgrade pada perlindunganmu sesuai dengan kebutuhan hingga usia 85 tahun.

Jadi, jika kamu sudah memiliki ide bisnis yang solid dan perlindungan jiwa yang terjamin, kamu bisa memulai bisnismu sekarang juga.

Untuk kamu yang masih menarik diri dalam memulai, tanyakan sekali lagi pada dirimu. Kalau bukan sekarang, kapan?

 

Related Posts

Ada Banyak Lowongan! Ini Cara Mendapatkan Pekerjaan Lewat Sosial Media

Media sosial tak lagi cuma sarana perkawanan dan unjuk eksistensi. Kebutuhan profesional pun kini terwadahi, dari inform...

Investasi Sebagai Penunjang Finansial bagi Para Freelancer

Menjadi pekerja lepas atau freelancer memang berkesan bebas dan fleksibel. Begitu juga membuka usaha sendiri, baik usa...

Cek Investasi yang Cocok di Tahun Tikus Logam Berdasarkan Shio Kamu

Perayaan Imlek atau Chinese New Year tahun ini jatuh pada tanggal 25 Januari 2020. Itu menandai pergantian dari tahun B...




« | »
Read previous post:
fakta seputar virus corona astra life
Kenali Fakta Seputar Virus Corona: Ciri-ciri dan Cara Pencegahannya

Di awal tahun 2020 ini, dunia dihebohkan dengan wabah penyakit 2019 novel coronavirus (2019-nCoV), atau yang juga disebut dengan virus...

Close