Rhoma Irama Sudah Melarang, Ini Dampak Buruk Akibat Sering Begadang

Kisah gadis 21 tahun yang sampai stroke karena begadang bikin kita sadar mengapa hal ini dilarang. Selain itu, ini 9 dampak begadang bagi kesehatan. Yuk, simak!

Rhoma Irama Sudah Melarang Ini Dampak Buruk Akibat Sering Begadang

Awal bulan lalu viral kisah seorang remaja berusia 21 tahun yang mengungkap dirinya baru terkena stroke hingga koma dua tahun karena begadang. Melalui akun TikTok-nya, gadis tersebut berkisah bahwa yang membuat dirinya berakhir di kasur rumah sakit adalah kebiasaan hidup yang tidak sehat, salah satunya begadang. Rupanya, ia berkilah merasa lebih produktif jika beraktivitas di malam hari.

Mirisnya, alasan gadis tersebut tampaknya tidak dirasakan oleh dirinya saja. Apakah kamu juga merasa bahwa berkegiatan atau bekerja di malam hari lebih produktif? Hal ini didukung beberapa hal, misalnya malam hari lebih sunyi, orang-orang saatnya tidur, sehingga bisa lebih fokus mengerjakan sesuatu.

Namun, kamu perlu tahu bahwa tubuh juga punya jadwal dalam bekerja. Nah, di malam hari pukul 21.00 sampai 23.59, tubuh memproduksi hormon melatonin atau hormon tidur secara alami. Jika kamu suka bangun pagi, maka hormon diproduksi lebih cepat pukul 9 malam. Lantas, jika suka begadang dan bangun siang, hormon pun diproduksi larut malam. Maka itu, ini adalah saat tepat beristirahat.

Pasalnya, produksi hormon akan terhenti saat tubuh mendapatkan cahaya. Hal tersebut juga bisa terganggu jika kamu minum kopi di malam hari atau kekurangan nutrisi tertentu, seperti zat besi dan folat. Padahal, fungsi dari hormon ini adalah membantu mengatur ritme sirkadian dan meningkatkan kualitas tidurmu. Ritme sirkadian adalah jam biologis tubuh yang mengatur waktu bangun dan tidur.

Dampak Buruk Begadang bagi Kesehatan

1. Bisa memiliki gula darah tinggi

Studi menemukan masalah kesehatan gula darah tinggi berkaitan dengan orang-orang yang punya jadwal di malam hari. Penelitian lain pun menunjukkan, wanita yang begadang juga lebih mungkin memiliki gula darah tinggi. Di sisi lain, hiperglikemia, gula darah yang amat tinggi, ternyata bisa berkaitan dengan masalah kesehatan lain, mulai dari kondisi sementara, seperti kelelahan atau sakit kepala hingga kondisi yang lebih serius, seperti penyakit kardiovaskular dan kerusakan ginjal.

2. Sering begadang memicu kebiasaan makan yang buruk

Penelitian menemukan bahwa begadang membuat kamu bisa makan lebih banyak dan, seringkali, lebih buruk. Tak hanya itu, kita mulai mengidam makanan padat dengan jenis lemak yang kurang bermanfaat saat begadang dan melewati waktu tidur, yang pada akhirnya bisa menyebabkan kesehatan memburuk.

3. Menambah berat badan

Kurang tidur dapat menyebabkan berat badan kamu bertambah. Sebuah studi meneliti hubungan antara tidur dan berat badan pada 21.469 orang dewasa di atas usia 20 tahun. Orang-orang yang tidur kurang dari 5 jam setiap malam selama tiga tahun lebih mungkin untuk menambah berat badan dan akhirnya menjadi gemuk. Sedangkan, mereka yang tidur antara 7 dan 8 jam bernasib lebih baik.

4. Berkaitan penyakit jantung

Sekalipun kamu mempertahankan jadwal tidur yang teratur sepanjang hari kerja dan hanya begadang di akhir pekan, hal itu tetap memengaruhi dan merusak Kesehatan kamu. Bahkan, pola tidur tersebut bisa berdampak pada masalah kesehatan jantung. Faktanya, peneliti menemukan bahwa setiap jam di mana jadwal tidur kamu berubah, maka kamu meningkatkan risiko penyakit jantung 11 persen.

5. Memperburuk sistem kekebalan tubuh

Kamu boleh jadi pernah disuruh tidur saat sedang sakit dan setelah itu kondisimu membaik. Para peneliti menemukan hubungan timbal balik antara tidur dan sistem kekebalan tubuh kamu. Kurang tidur dapat mengganggu kemampuan tubuhmu untuk melawan penyakit, sehingga lebih mudah sakit. Kamu pun mungkin susah untuk bisa tidur di siang hari saat tubuh melawan hal tak menyenangkan jika sakit.

6. Berhubungan dengan gejala depresi

Dalam sebuah studi yang dipresentasikan awal tahun ini, ditemukan bahwa orang yang menganggap diri mereka “night owl” juga punya kemungkinan lebih besar mengalami gejala depresi. Hal ini semakin parah jika penderita diabetes tipe 2 yang begadang. Meskipun hal tersebut belum tentu hubungan sebab-akibat, tetapi keduanya tampak saling berkaitan satu sama lain.

7. Susah mengingat informasi dan mudah lupa

Jika kamu mendapati anakmu belajar sampai begadang, jangan kaget jika nilai ujiannya tak meningkat. Pasalnya, begadang untuk belajar hingga kurang tidur, tidak membantu memori jangka panjang dan justru berdampak negatif pada kinerja otak. Ya, bukan hanya membuat lebih pelupa, tidur juga memengaruhi pembelajaran dan memori. Kamu perlu istirahat yang cukup untuk mengunci informasi baru dan memasukkannya ke dalam memori. Tidak hanya itu, fungsi otak termasuk pengambilan keputusan, penalaran, dan pemecahan masalah bisa memburuk jika kamu terus begadang.

8. Begadang dapat Meningkatkan risiko kanker

Tidur yang singkat berkaitan dengan tingkat kanker payudara, kanker kolorektal, dan kanker prostat yang lebih tinggi, menurut pernyataan American Academy of Sleep Medicine (AASM). Pekerja shift malam mungkin menanggung beban terberat dari risiko ini. Sedangkan, perempuan atau laki-laki yang bisa 7 jam atau lebih per malam memiliki tingkat kematian yang lebih baik.

9. Membuat kulit menderita

Jika semua risiko kesehatan ini tidak meyakinkan kamu untuk tidur malam pada waktunya, lakukan untuk penampilan kamu. Pasalnya, ada sebuah penelitian yang mengevaluasi sekelompok orang berusia antara 30 dan 50 tahun berdasarkan kebiasaan tidur dan kondisi kulit. Hasilnya menunjukkan, mereka yang kurang tidur memiliki lebih banyak garis halus, kerutan, warna kulit tidak merata, dan kelonggaran kulit. Maka itu, orang yang kurang tidur cenderung lebih tidak puas dengan penampilan mereka.

Setelah melihat betapa banyak dan buruknya dampak begadang, kita tahu betapa pentingnya tidur malam berkualitas untuk kesehatan. Tak heran jika Rhoma Irama melarang begadang dalam salah satu lagunya. Nah, selain mengikuti apa yang disampaikan sang raja dangdut, hal lain yang bisa kita lakukan untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan keluarga ialah punya asuransi. Dengan mendaftarkan diri pada asuransi jiwa dan kesehatan, kamu telah melakukan proteksi dini dari risiko penyakit.

Memberikan pilihan yang terbaik, termasuk soal asuransi ialah salah satu bentuk cinta bagi diri sendiri dan keluarga. Jika kamu mencari asuransi kesehatan yang menyeluruh, lengkap, dan mudah dalam proses klaim, Flexi HS (Hospital and Surgical) dari Astra Life bisa menjadi opsi. Pasalnya, Flexi HS bisa memberi manfaat rawat inap hingga Rp2 juta per hari tanpa perlu cek medis, fasilitas medical check up tiap 2 tahun, hingga klaim secara cashless. Soal asuransi ini, kamu bisa cari tahu hanya di ilovelife.co.id, ya!

Selanjutnya, coba bantu pikiranmu tetap sehat dengan memberi jaminan terhadap masa depan. Terlalu membebani pikiran dapat membahayakan kesehatan. Bagaimana jika mulai mencari rasa aman? Asuransi bisa jadi salah satu saluran yang memberikan rasa aman, tidak hanya untuk kamu tapi juga untuk orang-orang terdekat kamu. Saat ini, sudah banyak jenis asuransi yang dapat kamu sesuaikan dengan keperluanmu dan keluargamu. Salah satunya produk Flexi Life dari Astra Life yang menawarkan premi yang fleksibel dan bisa kamu atur sendiri sesuai dengan fase kehidupanmu.

Artikel Lainnya

Tentang –

Kami menghadirkan cerita dan kisah hidup yang inspiratif serta tips terbaik untuk menyadarkan kita agar terus mencintai hidup.

Terus Dapatkan Inspirasi, Subscribe Sekarang!