Cara Atur Perencanaan Keuangan yang Baik Sebelum dan Sesudah Mudik

Persiapan Finansial Mudik

Jelang Idul Fitri, bersilahturahmi ke kampung halaman atau mudik sudah menjadi tradisi yang lumrah kita lakukan bersama keluarga. Tradisi mudik biasanya dilakukan para perantau yang ingin merayakan hari raya bersama keluarga tercinta di kampung. Tak jarang pula, di momen spesial ini banyak orang yang mengeluarkan pengeluaran berlebih untuk kepentingan silaturahmi.

Baca juga: Apa yang Harus Anda Prioritaskan jika THR Sudah di Tangan?

Menjaga hubungan baik dengan keluarga dan teman selama Idul Fitri memang baik. Namun, akan menjadi masalah jika dompet Anda kempes setelah hari raya. Karena itu, agar Lebaran menyenangkan dan dompet tetap aman setelah kembali dari mudik, ada baiknya mempersiapkan perencanaan keuangan berikut.

Buat Anggaran dan Disiplin

Diana Sandjaja, associate financial planner TataDana Consulting mengatakan, agar tidak terjebak dalam kenikmatan semu dan mengulangi kesalahan tahun-tahun sebelumnya karena boros, maka Anda perlu membuat anggaran hari raya yang disusun berdasarkan semua pengeluaran pada tahun-tahun sebelumnya. Pengeluaran keuangan rumah tangga yang lazim muncul menjelang hari raya mencakup:

  • Pengeluaran untuk mudik; transportasi, akomodasi, konsumsi selama mudik
  • Pengeluaran persiapan hari raya; seperti membeli baju, kue-kue, dan konsumsi saat hari raya
  • Zakat fitrah
  • Tunjangan Hari Raya (THR) pekerja domestik, seperti pembantu rumah tangga (PRT), satpam, tukang kebun, sopir, babysitter, dan caregiver
  • Angpao untuk orang tua, anak, keponakan, dan sanak saudara lainnya
  • Dana operasional rumah tangga sejak kembali dari mudik sampai gajian berikutnya

Idealnya, Anda bisa menyisihkan sebagian dari THR untuk berinvestasi. “Namun jika mepet, maka sebaiknya pengeluaran untuk hari raya, dibiayai sepenuhnya hanya dari THR,” terang Diana kepada tim ilovelife.com.

Dahulukan Biaya dan Utang Mendesak

Pada Idul Fitri tahun ini, berlaku cuti bersama dari pemerintah yang cukup panjang. Bukan tidak mungkin, hasrat konsumtif cukup tinggi selama libur panjang. Maka, sebaiknya Anda memasukkan biaya dan utang mendesak dalam perencanaan keuangan keluarga untuk mudik, seperti dana pendidikan anak.

“Untuk yang memiliki putra-putri yang masih bersekolah dan akan melanjutkan ke jenjang yang berbeda, hal ini merupakan tantangan untuk bisa mendahulukan kebutuhan dana pendidikan anak yang sebaiknya tidak ditunda,” tutur Diana.

Baca juga: 5 Tips Agar THR Anda Tidak Berlalu Begitu Saja

Selain biaya pendidikan, THR bisa menjadi alternatif sumber dana untuk utang mendesak, yakni utang yang bunganya sudah mendesak atau segera jatuh tempo. Dengan memiliki pemasukan ekstra berupa THR, maka ini kesempatan bagi Anda untuk memotong bunga dan utang tersebut.

Jangan Lupa Proteksi

Mudik tentunya akan menghabiskan waktu panjang dalam perjalanan. Sehingga, ada baiknya jika Anda mengambil asuransi perjalanan. Anda bisa memilih asuransi perjalanan sesuai dengan lama mudik yang akan dilakukan. Jaminan perlindungan yang biasanya ditawarkan oleh asuransi perjalanan ialah seputar kehilangan bagasi, keterlambatan angkutan dari jadwal, dan juga biaya medis darurat.

Jika sudah memiliki asuransi perjalanan, tidak salah juga jika Anda memiliki proteksi diri lainnya agar masa depan Anda bersama keluarga tetap aman sesudah mudik. Memiliki asuransi jiwa bisa menjadi salah satu solusinya. Sekarang tidak perlu bingung kok mencari asuransi jiwa yang oke. Ada Flexi Life, asuransi jiwa murni ultra fleksibel dari Astra Life yang preminya bisa Anda #AturSendiri sesuai perubahan tahap hidup.

Selain itu, Flexi Life juga memberikan perlindungan hingga Rp5 miliar tanpa perlu cek medis. Anda bisa cek info lengkapnya dan menghitung premi sesuai kebutuhan Anda di sini.

Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Flexi Life: Asuransi Ultra Fleksibel Pertama di Indonesia

Tips agar Pengeluaran Tidak Bocor

Agar pengeluaran Anda tidak meleset dari anggaran, maka ada beberapa tips keuangan yang bisa Anda lakukan. Pertama, usahakan menyusun bujet serealistis mungkin, belajar dari pengalaman di tahun-tahun sebelumnya. Ini berguna agar Anda tidak terlalu menekan bujet yang bisa berakibat momen silaturahmi Anda di kampung menjadi kurang menyenangkan. Kedua, gunakanlah fasilitas e-money atau uang tunai sesuai anggaran karena ampuh mengerem hasrat Anda melakukan pengeluaran secara impulsif.

“Jika menggunakan kartu kredit, jangan lupa berkomitmen untuk melunasi tagihan hari raya sebelum jatuh tempo dan tidak terlena untuk membelanjakan lebih dari dana yang telah disiapkan,“ jelas Diana.

Info Lanjut Flexi Life




« | »
Read previous post:
Tips THR
5 Tips Agar THR Anda Tidak Berlalu Begitu Saja

Tunjangan Hari Raya atau THR yang kita terima di bulan ini umumnya dipakai untuk berbelanja kebutuhan Lebaran atau bersilaturahmi dengan...

Close