Ingin Asuransi Kesehatan Anda Tetap Aktif sampai Hari Tua? Begini Caranya

Asuransi Jangka Panjang

Asuransi merupakan produk finansial jangka panjang yang membutuhkan komitmen dari nasabah untuk tetap mengangsur premi agar polis tidak mati atau lapse. Di masa produktif, tentu saja tidak masalah. Namun memasuki usia pensiun, mengangsur premi asuransi bisa jadi tantangan tersendiri sehingga membutuhkan strategi yang tepat agar nasabah dapat mempertahankan polis di usia senja.

Budi Raharjo, direktur OneShildt Financial Planning mengatakan, idealnya Anda mempersiapkan dana untuk kebutuhan hidup hingga 20 tahun ke depan serta biaya kesehatan. “Jelang pensiun, seseorang harus memastikan ia memiliki proteksi kesehatan yang bisa menanggung biaya pengobatan saat pensiun. Karena jika tidak punya, ia berpotensi menutup biaya kesehatan dari dompet pribadi dan itu bisa sangat besar sehingga bisa menggangu cash flow selama masa pensiun,” kata Budi kepada tim ilovelife, Mei 2018.

Berikut ialah beberapa tips yang bisa Anda perhatikan agar asuransi kesehatan tetap aktif dalam jangka panjang:

1. Sesuaikan dengan Kemampuan Keuangan

Menurut Budi, kunci memilih asuransi kesehatan adalah pilih sesuai dengan kemampuan keuangan. Minimalnya adalah jaminan kesehatan dasar seperti BPJS. Namun, jika memiliki kemampuan lebih dari asuransi BPJS, maka belilah pula asuransi kesehatan swasta yang preminya dapat disesuaikan dengan kemampuan keuangan. Perlu diingat pula bahwa premi asuransi kesehatan berbanding lurus dengan manfaat yang diperoleh. Semakin tinggi manfaat suatu asuransi kesehatan, maka semakin mahal pula premi yang ditawarkan.

Baca juga: Atur Keuangan Sejak Dini Jika Ingin Anak Kuliah di Luar Negeri

2. Pilih Manfaat Asuransi Penyakit Kritis

Pertimbangkan pula asuransi yang sesuai dengan kebutuhan. Laporan World Health Organization (WHO) seperti dikutip Kompas beberapa waktu silam memprediksi, pada tahun 2020, 75% penyebab kematian di negara berkembang ialah penyakit kritis. Karenanya, Anda juga bisa mempertimbangkan asuransi jiwa yang juga menawarkan tambahan manfaat penyakit kritis seperti 117 Crisis Cover dari Astra Life.

Produk ini bisa menjadi perlindungan di tahap awal penyakit kritis. Dimana manfaat 117 kondisi Penyakit Kritis terbagi dalam tahap awal, menengah dan lanjut, serta komplikasi Diabetes dan Penyakit Kritis Katastropik. Uang Pertanggungan Asuransi Tambahan ini tidak mengurangi Uang Pertanggungan Asuransi Dasar. Tentunya sangat cocok untuk Anda sebagai muda urban dengan gaya hidup modern.

3. Jangan Tunda Membeli Asuransi Kesehatan

Lengkapi BPJS Anda dengan asuransi kesehatan tambahan. Asuransi kesehatan ini berfungsi  untuk beberapa penyakit atau proses pemulihan yang belum ditanggung sepenuhnya oleh BPJS. Segera miliki asuransi kesehatan ini jangan sampai terlambat. Sebab, semakin tua seseorang mengikuti asuransi kesehatan, semakin tinggi pula premi yang dikenakan padanya. Selain itu, pengajuan proposal asuransi kesehatan pun berpotensi ditolak jika telah terdeteksi suatu penyakit. Maka, bijaknya Anda memiliki asuransi kesehatan dengan premi terjangkau sebelum usia 50 tahun. Seperti Siap SehatKu dari Astra Life yang bisa memberikan perlindungan untuk Anda dan keluarga. Bahkan Anda bisa menikmati diskon premi hingga 20% dengan mendaftarkan seluruh anggota keluarga di Siap SehatKu.

4. Unit Link Bisa jadi Pilihan

Saat ini, terdapat berbagai pilihan asuransi kesehatan unit link, atau asuransi yang tersambung dengan asuransi. Produk asuransi unit link membantu nasabah memiliki proteksi kesehatan dan nilai tunai sekaligus yang terbentuk dari sebagian premi yang diinvestasikan. “Produk unit link umumnya memungkinkan nasabah melakukan cuti premi setelah masa tertentu,” papar Budi.

Cuti premi ialah fasilitas di mana nasabah bisa membayar premi bukan dari uang tunai, melainkan dari nilai tunai. Misalnya, Anda mengikuti unit link saat usia 35 tahun, maka ketika Anda pensiun di usia 55 tahun, Anda bisa membayar premi asuransi dari nilai tunai dan berhenti membayar secara tunai. Dengan demikian, Anda tak perlu khawatir jika tidak memiliki pemasukan rutin atau tak sebesar ketika masih produktif.

Baca juga: Agar Hubungan Serasi, Hindari Kesalahan Ini dalam Mengatur Keuangan

5. Tetap Siapkan Tabungan untuk Biaya Kesehatan

Anda bisa saja membeli asuransi kesehatan tradisional yang preminya lebih murah ketimbang asuransi kesehatan unit link. Namun yang perlu dipahami, asuransi tradisional tidak mengenal fasilitas cuti premi. Jadi, pastikan Anda disiplin membayar premi di masa pensiun agar polis Anda tidak lapse. Untuk menghindari gagal bayar premi, Anda bisa mulai mengalokasikan tabungan untuk kesehatan sejak masa produktif.

Selain berfungsi untuk membayar premi asuransi tradisional di masa tua, tabungan ini bisa juga digunakan untuk membayar tenaga perawat ketika seseorang jatuh sakit dan tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari secara mandiri. Layanan ini disebut juga long-term care services. Data Departemen Kesehatan Amerika Serikat pada tahun 2015 seperti dikutip US News, April 2018 menunjukkan bahwa, 1 dari 7 orang tua berusia 65 tahun ke atas akan membutuhkan long-term care services untuk lima tahun atau lebih.

6. Hindari Bayar Asuransi Kesehatan dengan Kredit saat Pensiun

Budi menyarankan, maksimal satu tahun untuk Anda membayar asuransi kesehatan dengan utang demi memastikan polis tetap aktif. Kondisi ini misalnya terjadi pada mereka yang bisnisnya sedang surut atau sedang tidak memiliki pekerjaan untuk sementara waktu. Setelah itu, Anda harus membayar asuransi kesehatan dari penghasilan bulanan. Karena kondisi fisik sudah tak sebugar ketika masih produktif dan potensi terkena penyakit juga lebih besar ketimbang ketika masih produktif.

Baca juga: 6 Hal Ini Akan Memengaruhi Premi Asuransi Jiwa Anda

Mempertahankan polis asuransi kesehatan agar tetap aktif saat usia pensiun tidaklah sulit, selama Anda mengatur strategi sesuai dengan keuangan. #AyoLoveLife dan lindungi diri Anda dalam jangka panjang dengan asuransi kesehatan seperti Siap RencanaKu persembahan dari Astra Life.




« | »
Read previous post:
keto diet
Cara Seru Jalani Pola Makan Ketogenik Sambil Berpuasa

Mendambakan badan sehat dan ramping jelang hari raya Lebaran? Tetap ingin makan enak tanpa takut berat badan bertambah? Jika iya,...

Close