#LoveLifeTalks: Kunci Sebuah Pernikahan Bagi Nucha dan Sheggario

kunci sebuah pernikahan Lovelifetalks

Sempat gagal menikah dalam versi yang berbeda, Nucha Bachri dan Sheggario atau Ario akhirnya dipertemukan dan sukses menjalani pernikahan yang didambakan banyak pasangan di dunia. Keduanya sukses move on dari kegagalannya dan membangun komitmen yang baik untuk saling memberikan arti positif dari kunci sebuah pernikahan harmonis.

Melalui program #LoveLifeTalks dari Astra Life yang bertajuk “A Mindful Marriage Story” pada Kamis, 23 April 2020 via IG Live, pasangan harmonis yang juga berprofesi sebagai para content creator  Nucha dan Sheggario membagikan kunci sebuah pernikahan yang harmonis dan menjadi marriage couple goals alias pasangan menikah yang didambakan banyak orang. IG Live yang berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga 17.00 WIB ini dipandu oleh Annisa Ayura, head of partner relation and internal business development Astra Life.

Arti Kunci Sebuah Pernikahan 

Pacaran hampir 10 tahun, Nucha pernah gagal melangsungkan pernikahan tepat enam bulan sebelum hari H. “Namanya juga cinta dari SMA, dan harus berakhir di critical age (25 tahun) membuat aku sedih banget,” ujar Nucha.

Lain halnya dengan Ario. Sudah sempat menikah selama 3 tahun akhirnya harus kandas ditengah jalan. Ditengah kegalauan akibat kegagalannya dalam pernikahan, tanpa sengaja dipertemukan dengan Nucha. “Ketemu lagi proses cerai, lagi galau, ketemu karena mutual friend kayak direncanain sama temen, bertiga ketemuannya,” ungkap Ario.

Namun jalan 3-4 bulan dirinya tidak pernah ketemu lagi dengan Nucha, sampai akhirnya bertemu kembali, dan tahu kalau pernikahan Nucha batal. Dari situ Ario mulai menaruh hati dan melakukan pendekatan (PDKT) kepada Nucha.

1. Komunikasi dengan Orang Tua

Menurut mereka restu orang tua menjadi kunci sebuah pernikahan harmonis bagi keduanya. Meski tidak bisa dijelaskan, bagi mereka itu menjadi krusial. Berkaca dari pengalaman Nucha yang sempat gagal menikah karena dirinya merasa sang Ayah kurang cocok dengan pasangannya. “Tidak gampang move on-nya. Aku cuma takut pamali kalau nolak lamaran orang,” kenang Nucha.

2. Menjadi Decision-maker

Semenjak dari pacaran, Nucha dan Ario sudah memutuskan tinggal sendiri, dengan alasan lebih mandiri dan agar tidak ada intervensi dari orang tua kedua belah pihak. Karena bagi keduanya, tantangan dari masing-masing orang tua berbeda banget dan akan membuat pasangan menikah kesulitan beradaptasi. Untuk itu, menjadi rigid dan independen dalam menentukan keputusan adalah suatu hal yang penting dalam melangkah ke jenjang yang lebih serius.

3. Menjadi Support System

Memasuki awal pernikahan, permasalahan yang menurut Nucha berat dan menjadi ujian adalah ketika ia sulit untuk hamil. Menurutnya, setiap pasangan memiliki masalah serta kesulitannya sendiri dalam pernikahan. Ada yang mengalami kesulitan finansial, mengalami hubungan LDR, bermasalah dengan orangtua dan lain sebagainya. Bagi Nucha, ia minder karena belum hamil.

“Aku sampai menghindar untuk datang ke pernikahan teman karena minder. Pokoknya setiap bulan aku dapat haid selalu nangis seperti hidup tidak bergairah,” kata Nucha. Di sinilah peran pasangan menjadi sangat penting. Ketika Nucha mengalami kesedihan yang teramat dalam karena sulit hamil, Ario selalu mendampinginya dan ini menjadi kunci sebuah pernikahan yang harmonis. Ario seolah selalu berbicara bahwa “Dear Nucha, #iGotYourBack”. Bahkan mereka selalu menyempatkan makan bareng ketika Nucha datang bulan, dan sharing untuk saling menguatkan. Dengan begitu, pasangan suami – istri akan bisa melalui setiap masalah yang dihadapinya dengan baik.

4. Melakukan Perencanaan Keuangan

Bagi mereka, masalah finansial menjadi satu hal yang wajib dibahas sebelum menikah. Bahkan ada sebagian orangtua pasangan yang sering menanyakan ke calon suami, punya tabungan berapa, investasi apa atau aset apa. Tidak sedikit pasangan yang cekcok karena tidak terbukanya masalah sumber penghasilan.

Selain harus terbuka, setiap pasangan perlu merencanakan keuangannya dengan baik dan ini sekaligus menjadi kunci sebuah pernikahan yang harmonis. Tidak hanya sebatas terima duit saja dari suami, istri juga harus tahu soal keuangan suami, punya masalah utang atau tidak, karena itu akan menjadi masalah dikemudian hari jika disembunyikan. Begitu juga sebaliknya, suami harus tahu uang istri dan kewajibannya agar ketika ada masalah dapat diselesaikan.

“Jadi harus terbuka, mindfull itu harus dijalanin dengan rencana yang tepat, termasuk harus tahu mau ngapain,” kata Ario.

Terlebih di masa pandemik COVID-19 seperti ini penghasilan dirinya sedikit terhambat. Namun Nucha sebagai istri sukses menunjang suami dengan perencanaan keuangan yang baik. Mereka bahkan memiliki dana darurat yang bisa digunakan sewaktu-waktu jika keadaan memburuk.

Balik ke perencanaan keuangan yang paling penting harus terbuka, komitmen, dipakai buat apa saja agar tidak kaget. Di masa sulit seperti ini, mereka juga concern terhadap belanja online karena itu adalah solusi yang bisa jadi distraksi.

Walau mengakui lebih banyak belanja yang tidak perlu, seperti beli tanaman, tapi mereka juga menghitung bisa menghemat apa saja sekarang, seperti menghemat isi bensin, biaya ke mal dan lainnya supaya bisa mengimbangi. Dengan begitu, melakukan perencanaan keuangan juga termasuk kategori kunci sebuah pernikahan yang harmonis berikutnya.

5. Mendewasakan Emosi sebagai Kunci Sebuah Pernikahan

Jika menyangkut masalah emosi, Ario merupakan tipikal orang meledak-ledak. Namun ketika memiliki istri seorang Nucha, dirinya mengaku lebih dapat mengontrol diri. Nucha punya teori, untuk menilai seorang pria cepat naik emosinya, bisa dilihat ketika dirinya tengah menyetir mobil, terkena macet atau disalip orang. Bagaimana reaksinya apakah dia marah atau tidak. Jika tidak, maka pria itu dianggap dapat mengontrol emosinya.

“Itu emang lucu karena tidak menyangka emosian banget, tapi begitu ketemu Nucha, berantem, kita tidak ada yang semeledak dulu. Masalah ketebukaan itu penting,” menurut Ario.

Ini juga erat kaitannya dengan apa yang dilakukan mereka dalam melakukan financial planning. Awalnya mereka menggunakan jasa financial planner yang tujuannya bukan untuk ingin kaya raya, namun ingin belajar bersama untuk menemukan kunci sebuah pernikahan yang harmonis.

Mereka membuka semua data keuangan keduanya tanpa ada yang ditutupi dan dari sana keduanya belajar tentang dana darurat, asuransi, hingga investasi agar keuangan mereka terkontrol dan tidak mengambil keputusan keuangan atas dasar emosi.

6. Perencanaan Asuransi

Kunci sebuah penikahan harmonis selanjutnya ialah memiliki perencanaan asuransi. Sejak awal menikah, Nucha dan Ario sepakat akan tetap bekerja. Tapi apabila nanti memiliki anak, keduanya akan menyesuaikan. Di awal pernikahan, Nucha malah lebih sering lembur dan dinas ke luar kota. Sehingga dirinya mengalami tingkat stres yang tinggi, dan tidak lama keluar dari pekerjaan serta mencari pekerjaan yang jam kerjanya fleksibel karena akan segera memiliki anak.

Setelah itu Nucha dinyatakan hamil. Ketika mempunyai anak, Nucha dan Ario akhirnya menyadari betapa pentingnya asuransi. “Kalau asuransi aku melihatnya dari jumlah pengeluaran kita gimana per bulan untuk hidup, dan dikali setahun berapa lalu tujuannya untuk berapa tahun ke depan untuk di-cover berapa sih, dan itu mau dibagi atas nama masing-masing terserah. Tapi itu dasarnya,” kata Ario.

Setahun terakhir dirinya semakin belajar tentang asuransi, dan bagaimana bisa menghasilkan uang dari asuransi dalam jumlah besar. Menurut Ario, kesadaran memiliki asuransi yang baru tumbuh kalau sudah punya anak agak terlambat. Harusnya sudah dipikirkan di awal pernikahan.

Namun idealnya dilakukan sebelum menikah, tapi better late than never. Bahkan mereka sudah memiliki asuransi sejak lama, karena ini merupakan syarat utama sebelum memulai investasi. “Defensifnya asuransi, investasi itu untuk nyerang. Kita lagi mikir perpanjang asuransi jiwa lagi masa pandemik saat ini penting sekali,” ungkap Nucha.

Bagi keluarga seperti Nucha dan Ario, bagusnya memiliki asuransi yang memiliki cakupan untuk keluarga, seperti AVA iFamily Protection. Asuransi jiwa yang akan memberikan santunan ketika kita masuk rumah sakit, ICU, bahkan hingga wafat. Seperti namanya, produk ini cocok untuk keluarga karena memberikan diskon paket keluarga hingga 20%. Produk ini mengerti pentingnya uang dalam keluarga, sehingga ia memberikan manfaat 100% premi kembali walau telah klaim.

Dengan itu, kunci sebuah keluarga yang harmonis bisa terbentuk. Mari memulainya dengan cinta hingga proteksi.

Don’t worry, #iGotYourBack.

Related Posts

10 Tips Aman Berobat ke Rumah Sakit di Masa New Normal

Fase new normal memang sudah datang, tapi kita tak boleh berhenti wasapada. Risiko terkena COVID-19 masih ada. Beberap...

Menghargai Nilai Diri Bersama Andhika Diskartes

How much do you value yourself? Kalau harus memberi nilai diri sendiri, berapa angka yang menurut kamu layak? Dala...

Apa Fungsi Uang Pertanggungan (UP) Asuransi Jiwa?

Tahun 2020 bisa dibilang tahun yang selalu dimulai dengan kata "pertama". Pertama tinggal di rumah untuk sekian lama. Pe...




« | »
Read previous post:
peduli diri sendiri dengan Andra Alodita
#LoveLifeTalks: Peduli Diri Sendiri dengan Andra Alodita

Positif. Ceria. Hangat. Itu mungkin hal-hal yang mendeskripsikan seorang Andra Alodita sekarang. Tapi, secerah apapun hidup, pasti ada masa kelamnya. Andra yang kita...

Close