Mempersiapkan Dana Pensiun Sejak Dini, Mengapa Perlu?

IMAGE-ASTRA_BEACH_LANDSCAPE 2

Selalu menarik jika kita membahas mengenai pensiun. Seolah-olah, masa pensiun adalah masa kosong dan tenang dimana kita tidak lagi menjalani padatnya rutinitas pekerjaan. Penting bagi Anda untuk memiliki asuransi dana pensiun, atau perlindungan lain pada diri Anda agar dapat menikmati masa pensiun yang nyaman.

Namun benarkah demikian? Apalagi saat ini kesadaran orang Indonesia untuk menabung demi menghidupi masa pensiun, saat kita tidak lagi produktif bekerja, sedemikian rendah.

Baca juga: 5 Perubahan Finansial bagi Calon Ayah

Nah, dari sini muncul gagasan untuk mengelola masa pensiun menjadi lebih baik. Dan akan lebih baik lagi, jika persiapan pensiun dilakukan sejak dini. Ada beberapa alasan untuk itu, mari kita bahas satu-satu.

1. Generasi sandwich

Kebanyakan generasi produktif–usia kira-kira 25-35 tahun–di Indonesia berada pada ‘generasi sandwich.’ Mereka terjepit di antara ‘2 potong roti’; di satu sisi mereka bertanggung jawab pada orang tua namun di lain sisi mereka memiliki anak yang juga memerlukan alokasi dana untuk memenuhi semua kebutuhannya.

Mempersiapkan dana pensiun menjadi penting bagi Anda, karena dana tersebut akan memastikan Anda tetap mandiri secara finansial di masa tua nanti. Sehingga generasi anak-anak Anda hanya perlu bertanggung jawab pada satu generasi, yaitu generasi di bawahnya (anak-anak).

2. Naiknya angka harapan hidup

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Yogyakarta tahun 2015, terdapat lima daerah di Indonesia dengan angka harapan hidup tertinggi yakni di Yogyakarta (73,62 tahun), DKI Jakarta (73,56 tahun), Sulawesi Utara (72,62 tahun), Jawa Tengah (71,97 tahun) dan Kalimantan Timur (71,78 tahun).

Angka harapan hidup terus meningkat jika dibandingkan pada era 1980-an. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), saat itu rata-rata usia harapan hidup penduduk Indonesia 54,4 tahun. Secara nasional, angka harapan hidup penduduk Indonesia saat ini sudah mencapai 70 tahun. Pada tahun 2030 angka ini diperkirakan akan mencapai 73 tahun.

Sementara program pensiun rata-rata di usia 58 hingga 65 tahun. Artinya, rata-rata pekerja yang pensiun harus menghidupi diri sendiri sejak usia pensiun (misal di 60 tahun), hingga dia meninggal (misal di usia 70 tahun). Ada “gap” sekitar 10 tahun di mana si pekerja tidak bekerja namun harus membiayai kehidupan sehari-harinya.

3. JHT BPJS ketenagakerjaan bisa jadi tidak mencukupi

Jika Anda adalah seorang pegawai dengan gaji Rp 5 juta yang memiliki kepesertaan program Jaminan Hari Tua BPJS Ketenagakerjaan, maka akan ada gaji Anda sebesar 2% dan dari perusahaan sebesar 3,7% yang dipotong untuk dibayarkan sebagai tabungan pensiun. Dengan demikian estimasi iuran per bulan yang dipotong adalah Rp 285 ribu.

Jika besaran premi JHT BPJS Ketenagakerjaan 7% maka dalam setahun pengembangan, saldo tabungan hari tua Anda akan mencapai Rp 3,5 juta. Jika gaji Anda meningkat, maka besarannya ikut meningkat.

Nah, program ini baru bisa dicairkan jika usia Anda sudah mencapai 55-56 tahun. Katakanlah gaji tetap di Rp 5 juta per bulan. Maka hingga usia 55 tahun, estimasi dana hari tua berkisar di angka Rp192,5 juta. Sebagai biaya hidup selama 10 tahun, maka jumlah ini dibagi menjadi 10. Artinya, per tahun hanya ada jatah Rp19,2 juta, atau Rp1,6 juta/bulan.

Apakah angka ini cukup untuk membiaya kebutuhan Anda di masa pensiun?

Mari kita hitung. Anggap saja biaya hidup suami istri di perkotaan saat ini mencapai Rp5 juta/bulan. Maka dengan hitungan konservatif inflasi 8% per tahun, mungkin dalam 20 tahun lagi saat Anda pensiun biaya hidup sudah mencapai Rp15 juta/bulan.

Apakah dengan anggaran Rp1,6 juta/bulan di saat pensiun Anda dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari serta mencapai mimpi untuk hidup tenang dan damai saat pensiun? Apa yang dapat Anda upayakan untuk memenuhi kebutuhan biaya 15 juta/bulan di masa pensiun?

Baca juga: Asuransi Kesehatan untuk Melengkapi BPJS Anda

4. Apakah DPLK kantor mencukupi?

Selain JHT BPJS Ketenagakerjaan, beberapa perusahaan menyediakan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dari lembaga keuangan yang bermitra dengan perusahaan. Beberapa perusahaan lain, membuat program dana pensiunnya sendiri yang disebut Dana Pensiun Pemberi Kerja (DPPK).

Perlunya merencanakan masa pensiun sejak dini.
Perlunya merencanakan masa pensiun sejak dini.

Memang, fasilitas ini memang membantu Anda mempersiapkan dana pensiun. Juga tak ada salahnya ikut serta dalam program tersebut. Namun, ada beberapa hal yang harus Anda cermati.

Pertama, apakah benar cukup dana pensiunnya? Masalahnya, proses perhitungan iuran dilakukan dari gaji Anda, bukan dari berapa target dana pensiun yang seharusnya Anda miliki. Kita tidak bisa menyalahkan perusahaan karena pensiun memang merupakan manfaat yang dihitung berdasarkan gaji.

Kedua, jumlah iuran terbatas. Seandainya, sudah tahu bahwa iuran pensiun sekarang kurang (setelah menghitung kebutuhan pensiun yang ideal), Anda tidak bisa serta-merta menambah iuran. Meskipun itu dari kocek sendiri, bukan dari perusahaan.

Besarnya iuran DPLK merupakan kebijakan perusahaan dengan memperhitungkan fee yang harus dibayar ke pengelola DPLK. Setiap iuran pensiun dikenakan fee berdasarkan persentase tertentu.

Ketiga, pilihan investasi terbatas. Dana pensiun harus bisa mengalahkan inflasi. Itu sebabnya harus memilih instrumen investasi yang tepat dengan keuntungan (return) di atas inflasi.

Masalah yang muncul, perusahaan umumnya sudah punya kebijakan investasi, yang mematok jenis instrumen tempat dana pensiun karyawan dialokasikan. Apakah instrumen yang dipilih perusahaan tepat untuk Anda? Belum tentu.

5. Anda harus bekerja di usia tua

Jika jawaban dari estimasi JHT BPJS dan DPLK di atas adalah tidak mencukupi, artinya, Anda harus bekerja kembali di masa pensiun untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Di sisi lain, tidak semua orang tua, termasuk Anda, akan mengandalkan “uang kiriman” dari anak-anak untuk membiayai kehidupan Anda, bukan? Apalagi jika Anda sakit dan membutuhkan biaya besar. Nah, siapkan Anda bekerja di usia yang tidak lagi produktif?

Strategi Membangun Dana Pensiun

Untuk memperiapkan dana pensiun sesuai kebutuhan, lakukan hal berikut ini:

1. Investasi dengan instrumen yang tepat

Kebanyakan perencana keuangan akan menyarankan Anda untuk menginvestasikan dana ke tempat yang produktif demi sanggup mengejar kenaikan inflasi. Investasi yang disarankan adalah yang bersifat jangka panjang. Artinya, baru akan terasa besaran manfaatnya jika disimpan dalam jangka waktu lebih dari 5-10 tahun. Misalnya dengan berinvestasi reksadana secara rutin sebesar Rp500.000/bulan.

Atau, investasi properti misal membeli ruko di kampung halaman. Membuka usaha yang memberi hasil konstan seperti usaha kos-kosan, atau mengelola franchise dengan tujuan passive income juga menjadi pilihan yang baik.

Baca juga: Ini 5 Prioritas yang Wajib Dipersiapkan Keluarga Muda

2. Proteksi diri

Jika Anda sadar bahwa pengelolaan pensiun itu perlu, maka selain mengikuti program DPLK dan JHT BPJS Ketenagakerjaan, Anda perlu melakukan proteksi masa tua Anda. Yakni, melalui asuransi terutama asuransi dana pensiun ataupun asuransi individu seperti asuransi jiwa dan asuransi kesehatan.

Hal yang kerap diabaikan ketika membangun dana pensiun adalah tidak adanya proteksi. Tidak ada asuransi di dalamnya. Semuanya fokus pada investasi.

Ini pemahaman yang salah. Hidup penuh risiko. Ada risiko meninggal dunia, sakit, cacat tetap yang menyebabkan kita tidak bisa bekerja lagi. Jika tidak memproteksi terhadap risiko tersebut, bisa-bisa dana pensiun jadi tinggal impian.

Jadi bagaimana, sudah siap menghadapi masa depan yang menyenangkan? Pastikan produk Astra Life, Siap RencanaKu ada dalam rencana Anda ya.  Melalui asuransi Siap RencanaKu, Anda akan menerima bonus tunai setiap 3 tahun sekali sampai berumur 70 tahun, Siap RencanaKu juga akan mencairkan UP saat nasabah berusia 70 tahun sebagai tambahan Dana Hari Tua. #AyoLoveLife dan rancang masa depan agar cerah.




« | »
Read previous post:
Dirancang dengan unik, Bandros sudah pasti menarik perhatian.
Serunya Keliling 4 Kota dengan Wisata Bus Tingkat

Jalan-jalan keliling kota dengan bus wisata pasti menyenangkan. Tidak perlu jauh-jauh ke negeri seberang, tur kota dengan bus wisata telah...

Close