Sri Mulyani, Pengabdian Tanpa Henti untuk Negeri

sri mulyani indrastuti

Menjelang HUT RI ke 71, Presiden Joko Widodo memanggil pulang Sri Mulyani Indrawati untuk memperkuat tim kerjanya. Saat ini perekonomian dunia memang belum stabil dan banyak negara yang masih mengalami permasalah ekonomi. Namun demikian perekonomian Indonesia dinilai mengalami pertumbuhan yang positif. Bahkan banyak yang meyakini jika ke depannya akan terus naik seiring meningkatnya kepercayaan investor. Meningkatkan pertumbuhan positif ini tentunya bukan hal mudah, dan tugas itulah yang kini diemban Sri Mulyani.

Kehadirannya seperti angin segar dalam upaya pemerintah menciptakan Indonesia yang lebih baik, khususnya di bidang ekonomi. Terbukti dengan langsung menguatnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta saat pengumuman pengangkatan dirinya sebagai menteri keuangan. Meskipun, menurut Lucky Bayu, analisis Danareksa, pada saat yang sama harga minyak dunia turun dan adanya respon positif atas kebijakan paket ekonomi jilid ke 13. Namun tidak bisa dipungkiri ‘efek Sri Mulyani’ menimbulkan sentimen positif pasar.

Baca juga: Farwiza Farhan, Kandidat PhD yang Selamatkan Leuser untuk Dunia

Tidak berlebihan rasanya jika Tony Prasetiantono, ekonom dari Universitas Gajah Mada (UGM), menilai Sri Mulyani sosok yang pas untuk mengawal ekonomi Indonesia saat ini, terutama terkait kondisi fiskal dan perpajakan. Wanita kelahiran Tanjung Karang, 26 Agustus 1962 ini juga dianggap mumpuni membangkitkan kepercayaan pasar yang akan menarik investor asing untuk datang ke Indonesia.

Lahir dari keluarga pendidik

Lahir dari ayah dan ibu—Prof Satmoko dan Prof Dr Retno Sriningsih—yang berprofesi sebagai dosen, Sri Mulyani dan sembilan saudaranya tumbuh menjadi orang-orang yang berprestasi dan berpendidikan tinggi. Seperti orangtuanya, mayoritas dari mereka bergelar master dan doktor, serta berprofesi sebagai pendidik. Dari kecil mereka diajarkan untuk hidup disiplin terutama dalam keilmuan.

“Saya bangga pada ibu karena selain menjadi ibu rumah tangga dengan 10 anak, beliau juga sukses dalam pendidikan dan karier. Bahkan, beliau memberi contoh anak-anaknya dengan meraih gelar profesor,” kenang anak ke-7 dari 10 bersaudara ini.

Meskipun mengagumi didikan orangtuanya, Sri Muyani membebaskan ketiga putra-putrinya dalam memilih pendidikan dan profesinya. Ia tidak berusaha mendoktrinasi anak-anaknya karena istri Tony Sumartono ini berkeyakinan jika Dewinta Illinia (26), Adwin Haryo Indrawan (22) dan Luqman Indra Pambudi (19) memiliki impian masing-masing.

Prestasi dan karier cemerlang

Meraih gelar sarjana ekonomi dari Universitas Indonesia, Ani—begitu ia disapa—melanjutkan pendidikan S2 dan S3-nya di Universitas Illinois, AS. Perjalanan kariernya begitu panjang dan beragam, mulai dari menjadi tenaga pengajar di kampus almamaternya, pengamat ekonomi, konsultan, komisaris Astra International, direktur eksekutif International Monetary Fund (IMF) mewakili 12 negara Asia Tenggara, hingga direktur operasional Bank Dunia.

Baca juga: Yu Sing, Arsitek yang Peduli Kemanusiaan, Penerus Romo Mangun

Ketertarikannya pada ekonomi dan secara spesifik mengenai pemberdayaan ekonomi di Indonesia membawanya ke berbagai institusi yang membentuknya menjadi sosok yang punya pengaruh besar di dunia. Ketika akhirnya ia memilih tawaran untuk bekerja di World Bank pun Sri Mulyani menekankan, “Saya menerima pekerjaan sebagai Managing Director Bank Dunia untuk mengabdi demi kepentingan Indonesia juga,” ujarnya kepada detik.com (19 Mei 2010).

World Bank MD, Sri Mulyani Indrawati bersama HE Dr Jakaya Kikwete, Presiden Republik Tanzania dan pemenang kompetisi seni yang merepresentasikan pemberdayaan wanita di Tanzania.
Managing Director World Bank, Sri Mulyani Indrawati, bersama HE Dr Jakaya Kikwete, Presiden Republik Tanzania dan pemenang kompetisi seni yang merepresentasikan pemberdayaan wanita di Tanzania. Sumber foto: World Bank

Sederet prestasi dan penghargaan pun pernah disematkan padanya, di antaranya sebagai menteri keuangan terbaik di Asia pada 2006. Tahun ini ia masuk dalam urutan ke-37 wanita paling berpengaruh di dunia versi Majalah Forbes. Bahkan jika dilihat dari konteks tanggung jawab dan pengaruh jabatan yang diembannya di Bank Dunia, Sri Mulyani hanya ‘dikalahkan’ Christine Lagarde (direktur operasional IMF) dan Janet Yellen (Direktur Bank Sentral AS).

Ketika pada suatu sesi wawancara ia ditanya mengenai pencapaian kariernya yang fenomenal, wanita ini hanya menjawab dengan ringan “konsistensi”. Lebih jauh ia menjelaskan bila kita memiliki visi yang jelas tentang tujuan yang akan kita capai, hal ini akan memengaruhi semua aspek kehidupan kita untuk bergerak bersama memenuhi target tersebut. Bagi Sri Mulyani tujuan tersebut yaitu mengentaskan kemiskinan, menjadi poros utama setiap kebijakannya.

Bukan perempuan biasa

Sebagai orang kedua di Bank Dunia, beliau membawahi 15.000 lebih pegawai yang tersebar di 140 negara. Ia bertanggung jawab terhadap segala hal dalam kegiatan Bank Dunia yang terkait kebijakan keuangan dan pengentasan kemiskinan. Ia pun sosok yang tangguh dan berani menghadapi tantangan. Tampak saat ia diangkat sebagai menteri keuangan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhyono. Sri Mulyani tidak segan memecat para pejabat yang terlibat tindakan korupsi di lingkungan kementeriannya.

Berbagai langkah kebijakan yang diambilnya sukses membawa Indonesia melewati masa krisis keuangan pada tahun 2008. Sebuah kenyataan yang mau tidak mau harus diakui oleh kalangan ekonom yang banyak meragukan kemampuannya mengingat usianya yang saat itu baru menginjak kepala empat.

Baca juga: Mengungkap Sosok Kartini Lewat 10 Fakta yang Belum Anda Ketahui

“Sebagai menteri keuangan wanita pertama dan dipilih pada usia yang relatif muda, kemampuan saya diragukan oleh jajaran top manajemen di kementerian yang saya pimpin yang semuanya adalah pria dan usianya lebih tua. Keputusan-keputusan yang saya buat pun seringkali mendapatkan tantangan dalam pelaksanaannya. Mereka seperti sedang menguji saya,” ungkap wanita yang senang berwisata kuliner ini.

“Buat para wanita yang menghadapi tantangan pembatasan gender, saya ingin menekankan agar mereka terus berusaha sekuat tenaga menembus batasan tersebut. Karena pada akhirnya yang menentukan adalah profesionalitas dan penguasaan pada bidang yang Anda geluti. Hal itulah yang akan menciptakan perbedaan dalam kualitas kerja, bukan gender,” pesannya.

Untuk masa jabatannya kali ini, Sri Mulyani akan mengeluarkan kebijakan-kebijakan agar anggaran pemerintah dapat mencapai sasaran lebih banyak yaitu: pembukaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan dan meniadakan kesenjangan ekonomi antar wilayah. Ia berharap bisa menciptakan pertumbuhan ekonomi dan mendapat kepercayaan masyarakat. Janjinya, ia akan berjuang semaksimal mungkin untuk membangun Indonesia ke arah yang lebih baik. Dan dengan demikian, kita bisa memperoleh inspirasi dari pejuang-pejuang sukses dan dapat lebih mencintai hidup.

Agar inspirasi dan upaya mencintai hidup itu lebih maksimal, tidak salah juga jika Anda menggunakan perlindungan kesehatan.  Siap SehatKu dari Astra Life, misalnya, yang akan memberikan Anda manfaat santunan rawat inap hingga Rp 300.000/hari dan manfaat tambahan berupa perlindungan terhadap enam penyakit kritis, termasuk serangan jantung.#AyoLoveLife dan jadikan inspirasi dari tokoh sukses demi masa depan yang lebih baik.




« | »
Read previous post:
arisan
Arisan vs Asuransi: Mana Lebih Menguntungkan?

Kalau mendengar kata ‘arisan’, mungkin Anda langsung terbayang pada sekumpulan ibu rumah tangga yang asyik berbincang-bincang sambil minum teh dan...

Close